Teguhkan Komitmen Wujudkan Masyarakat Sehat

Pemkab Berau menggelar pertemuan pembinaan pengurus Berau Sehat.

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat komitmennya dalam membangun masyarakat yang sehat dan sejahtera. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan penerapan sembilan tatanan dalam program Kabupaten Sehat. Program ini menyasar berbagai aspek kehidupan masyarakat di tingkat kampung dan kelurahan, mulai dari peningkatan pola hidup sehat mandiri, penataan permukiman dan fasilitas umum, penyelenggaraan pendidikan yang sehat, hingga penataan pasar, perkantoran, serta sektor industri yang ramah lingkungan dan manusia.

Tak hanya itu, aspek lain yang juga menjadi perhatian adalah pengelolaan kawasan pariwisata yang higienis dan berkelanjutan, pembenahan sistem transportasi serta ketertiban lalu lintas jalan, penguatan perlindungan sosial bagi kelompok rentan, hingga kesiapsiagaan terhadap bencana. Kesembilan tatanan tersebut menjadi dasar utama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung terwujudnya masyarakat sehat secara menyeluruh.

Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, menjelaskan bahwa upaya ini telah dimulai sejak tahun 2017, seiring diterbitkannya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 51 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Kabupaten Sehat. Menurutnya, sejak regulasi tersebut berlaku, Pemkab Berau terus berupaya memperkuat fondasi program secara berkelanjutan agar Kabupaten Berau tumbuh sebagai daerah yang bersih, aman, nyaman, dan sehat bagi seluruh warganya.

Pernyataan itu disampaikannya dalam kegiatan pembinaan pengurus Berau Sehat tingkat kecamatan dan kampung/kelurahan yang digelar di ruang pertemuan RPJPD Bapelitbang pada Kamis (3/7/2025).

“Pertemuan ini juga menjadi ajang konsolidasi dan evaluasi terhadap pelaksanaan program di lapangan, sekaligus memantapkan strategi menuju target baru,” jelas Said.

Pada 2023 lalu, Kabupaten Berau berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Padapa dari pemerintah pusat, yang merupakan bentuk pengakuan atas keberhasilan tahap awal implementasi program Kabupaten Sehat. Tahun ini, Pemkab Berau menargetkan peningkatan status menjadi Swasti Saba Wiwerda, yang berarti kualitas pelaksanaan program harus terus ditingkatkan secara menyeluruh, baik dari sisi kelembagaan, partisipasi masyarakat, maupun keberlanjutan kegiatan.

Muhammad Said menekankan bahwa orientasi utama dari program ini bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas Kesehatan.

“Pembangunan tidak bisa hanya berfokus pada infrastruktur fisik semata, melainkan harus disertai dengan pembangunan manusia yang sehat secara jasmani, rohani, dan sosial,” tutunya.

Menurutnya, kesehatan masyarakat sangat memengaruhi keberhasilan berbagai program kerja pemerintah. Semakin sehat masyarakat, maka produktivitas akan meningkat, daya saing daerah juga ikut terangkat, dan pada akhirnya berdampak pada naiknya kualitas hidup secara menyeluruh. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan gaya hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari keseharian.

Said juga menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada peran pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Komitmen kolektif dan sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan implementasi sembilan tatanan tersebut.

“Kesadaran akan pentingnya menjaga Kesehatan harus dimulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga, dan terus meluas ke komunitas sosial yang lebih besar,” tegasnya.

Sejumlah langkah konkret telah dijalankan oleh Pemkab Berau dalam mendukung terwujudnya masyarakat sehat. Di antaranya adalah penguatan layanan kesehatan dasar di Posyandu yang menjadi ujung tombak pelayanan langsung ke masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan, serta pembangunan berbagai infrastruktur penunjang seperti puskesmas dan rumah sakit di wilayah strategis.

Selain itu, Pemkab Berau juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui Forum Berau Sehat yang berperan sebagai wadah partisipatif dalam merancang, memantau, dan mengevaluasi berbagai program kesehatan berbasis komunitas. Forum ini tidak hanya menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah, tetapi juga mendorong terciptanya inovasi lokal dalam mewujudkan lingkungan sehat dan berkelanjutan.

“Kita ingin Berau tidak hanya sehat secara administratif, tetapi benar-benar sehat dalam arti yang sesungguhnya. Dan ini hanya bisa dicapai dengan kerja bersama yang konsisten,” pungkasnya. (ADV/RIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *