PEMERINTAH Kabupaten Berau mulai mengarahkan pengembangan produk olahan perikanan lokal untuk menembus pasar internasional. Salah satu yang disiapkan adalah produk ikan kaleng khas Berau yang ditargetkan menjadi alternatif konsumsi bagi jemaah haji dan umrah Indonesia di Arab Saudi.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan, selama ini potensi perikanan Berau lebih banyak dimanfaatkan untuk konsumsi lokal dan perdagangan bahan mentah. Ke depan, ia mendorong adanya produk olahan bernilai tambah dengan kualitas dan kemasan yang mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.
“Selama ini kita hanya mengambil ikan untuk kita makan dan kita jual. Ke depan, kita harus membuat produk yang lebih berkelas, dengan kemasan yang lebih layak,” ujar Sri Juniarsih.
Menurutnya, peluang pasar internasional semakin terbuka lebar, khususnya di Arab Saudi seiring langkah pemerintah pusat yang telah membeli salah satu asrama haji di Mekkah.
Sementara itu Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid menjelaskan, saat ini produk olahan ikan kaleng Berau masih berada dalam tahap pengujian kelayakan pangan. Produk tersebut tengah menjalani uji F0 di Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai salah satu syarat utama keamanan pangan.
“Kalau kita ingin memasarkan produk, kita harus melakukan uji F0. Itu menjadi persyaratan untuk kita lanjutkan ke BPOM,” ujar Abdul Majid, Senin (19/1/2026).
Izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjadi syarat utama agar produk olahan perikanan Berau dapat dipasarkan secara luas, baik di dalam negeri maupun luar negeri, termasuk ke Arab Saudi. (MAULIDIA AZWINI)












