PEMERINTAH Kabupaten Berau menargetkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Redeb yang berlokasi di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Bedungun, dapat mulai beroperasi pada Mei 2026 mendatang. Saat ini, Dinas Kesehatan Berau terus mempercepat proses persiapan operasional rumah sakit tersebut meski masih menghadapi sejumlah tahapan teknis dan administratif.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Lamlay Sarie, mengatakan bahwa secara umum persiapan menuju operasional RSUD Tanjung Redeb sudah berjalan. Namun, terdapat banyak aspek yang harus dipenuhi sebelum rumah sakit tersebut benar-benar siap melayani masyarakat.
“Memang masih banyak yang harus kami persiapkan,” ujar Lamlay, Selasa (6/1/2025).
Lamlay menjelaskan, salah satu fokus utama pihaknya saat ini adalah penyediaan alat kesehatan (Alkes). Proses pengadaan Alkes masih berlangsung dan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Sementara itu, untuk pemenuhan sumber daya manusia (SDM), Lamlay mengakui masih dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, pihaknya akan memanfaatkan tenaga kesehatan yang sudah ada, sembari menyiapkan mekanisme kerja internal rumah sakit.
“Kalau untuk SDM, masih bertahap. Kita manfaatkan yang ada dulu. Untuk mekanisme seperti sistem shift dan lainnya nanti akan digodok oleh tim,” jelasnya.
Selain sarana dan SDM, proses perizinan juga masih berjalan. Lamlay mengungkapkan bahwa untuk proses perizinan terdapat 25 item persyaratan yang harus dipenuhi sebelum RSUD Tanjung Redeb dapat beroperasi secara resmi.
“Perizinan sekarang masih berproses. Tim saya saat ini bekerja terus untuk menyelesaikan itu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, banyaknya persyaratan membuat pihaknya tidak bisa merinci satu per satu proses perizinan yang tengah berjalan. Namun, ia memastikan seluruh tahapan tersebut sedang dikejar.
Lebih lanjut, terkait target operasional pada Mei 2026 mendatang, Lamlay menegaskan pemerintah daerah tetap perlu memasang target sebagai acuan kerja, meskipun dalam pelaksanaannya masih memungkinkan terjadi penyesuaian waktu.
“Soal nanti maju atau mundur, itu hal yang bisa saja terjadi. Tapi target tetap harus ada,” pungkansya. (MAULIDIA AZWINI)












