PEMKAB Berau terus mempersiapkan operasional Balai Latihan Kerja (BLK) yang dibangun di kawasan Limunjan, Kecamatan Sambaliung. Berbagai langkah dilakukan agar fasilitas pelatihan tersebut dapat segera dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.
Diketahui, BLK Berau dibangun di atas lahan seluas 5 hektar dengan anggaran tahap pertama mencapai Rp8,8 miliar. Sejumlah fasilitas utama seperti gedung pelatihan hingga asrama peserta saat ini telah rampung dikerjakan. Namun sebelum difungsikan secara penuh, sejumlah sarana dan prasarana pendukung masih perlu dilengkapi agar kegiatan pelatihan dapat berjalan optimal. Untuk itu, pada tahun ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau mengalokasikan anggaran sekir Rp2,8 miliar guna melengkapi kebutuhan operasional BLK.
Kepala Disnakertrans Berau, Zulkifli Azhari mengatakan, anggaran tersebut akan digunakan untuk pengadaan berbagai perlengkapan pelatihan serta fasilitas penunjang lainnya, termasuk kebutuhan di asrama peserta.
“Tahun ini kita dapat anggaran Rp2,8 miliar untuk pengadaan sarana prasarana BLK. Itu untuk kebutuhan pelatihan termasuk juga untuk asrama yang ada di BLK,” kata Zulkifli, Sabtu (7/3/2026).
Ia menjelaskan, pengadaan sarana tersebut akan segera diproses melalui mekanisme lelang. Setelah proses pengadaan rampung, kegiatan pelatihan di BLK ditargetkan sudah dapat mulai dilaksanakan. Selain menyiapkan fasilitas pelatihan, Pemkab Berau juga tengah memproses pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang nantinya akan mengelola operasional BLK. Menurut Zulkifli, pembentukan UPT tersebut penting agar pengelolaan lembaga pelatihan dapat berjalan optimal seiring dengan mulai difungsikannya fasilitas yang telah dibangun.
“Kami ingin pelatihan sudah bisa berjalan sambil membentuk UPT-nya. BLK sudah dibangun dan sarprasnya juga disiapkan, jadi sayang kalau tidak segera dibentuk lembaganya,” jelasnya.
Terkait program pelatihan kedepannya, Zulkifli mengungkapkan bahwa jenis pelatihan yang akan dibuka akan disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Berau.
“Kita harus survey dulu kebutuhan perusahaan di Berau. Sejauh ini yang paling banyak dibutuhkan masih di sektor alat berat, mekanik, dan teknik,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI)












