Target Ambisius pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 450 miliar pada tahun anggaran 2026

Kepala Badan Pendapatan Daerah Berau, Djupiansiyah Ganie. (AZWINI/DISWAY KALTIM)

PEMERINTAH Kabupaten Berau mulai memasang target ambisius pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 450 miliar pada tahun anggaran 2026. Target tersebut meningkat dibanding realisasi PAD 2025 yang hanya mencapai sekitar Rp 380 miliar dari target Rp 400 miliar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau, Djupiansiyah Ganie, mengatakan penetapan target PAD disusun secara hati-hati dengan tetap mengedepankan prinsip rasional dan terukur.

“Kami menyusun dokumen proyeksi pendapatan ini pada minggu pertama Januari, saat rencana pelaksanaan pendapatan untuk tahun 2026 masih dalam tahap perumusan,” ujar Djupiansiyah, Rabu (28/1/2026).

Ia menjelaskan, penyusunan proyeksi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Namun, arah kebijakan fiskal pemerintah pusat dan provinsi, termasuk potensi penyesuaian regulasi yang dapat mempengaruhi kinerja pendapatan daerah, belum sepenuhnya dapat diidentifikasi. Karena itu, target PAD 2026 disusun dengan pendekatan kehati-hatian tanpa mengabaikan aspek rasionalitas.

Untuk tahun 2026, komposisi PAD Berau diproyeksikan berasal dari pajak daerah sekitar Rp 168 miliar, retribusi daerah Rp 132 miliar, laba badan usaha milik daerah (BUMD) sekitar Rp 15 miliar, serta lain-lain pendapatan asli daerah yang sah sekitar Rp 134 miliar.

Jika dibandingkan dengan realisasi PAD 2025, target tahun 2026 meningkat sekitar Rp 70 miliar. Meski demikian, pemerintah daerah optimistis target tersebut dapat dicapai seiring membaiknya kondisi perekonomian dan meningkatnya aktivitas usaha di Berau.

“Mudah-mudahan dengan perputaran uang yang semakin besar dan daya beli masyarakat yang meningkat, kepatuhan terhadap kewajiban pajak daerah juga ikut naik,” kata Djupiansiyah.

Selain mengandalkan PAD, struktur pendapatan Kabupaten Berau pada 2026 masih didominasi dana transfer. Proyeksinya, transfer dari pemerintah pusat mencapai sekitar Rp 1,741 triliun, sementara dari bagi hasil pajak provinsi sekitar Rp 529 miliar. Adapun lain-lain pendapatan daerah yang sah diperkirakan sekitar Rp 16 miliar.

“Kami berharap ke depan ada kebijakan-kebijakan yang dapat meningkatkan dana transfer, sekaligus membuat kondisi perekonomian di Kabupaten Berau terus membaik,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *