PT Berau Coal berhasil membantu petani mengelola lahan seluas 50 hektare lebih dari 100 hektare lebih yang sebelumnya tidak produktif di Kampung Tasuk, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau. Hasilnya terlihat dari produksi gabah yang mencapai 8 hingga 10 ton per tahun dalam dua musim tanam atau panen.
Program pendampingan ini merupakan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau Coal di Mina Padi Kampung Tasuk, Kecamatan Gunung Tabur. Sebelum melakukan panen, para petani mengadakan syukuran dengan mengundang para petani yang tergabung dalam Gapoktan Kampung Tasuk, PT Berau Coal, dan DTPHP.
General Manager Operation Support and Relations PT Berau Coal, Cahyo Andrianto mengatakan, hal ini merupakan salah satu program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau Coal yang dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya di Kabupaten Berau. Dalam program Mina Padi di Kampung Tasuk tahun ini, luasan persawahan yang digarab oleh para petani seluas 20 hektar. Dari 20 hektar itu, akan pihaknya kembangkan untuk persawahan padi sekitar 70 hektar tahun ini.
“Kalau yang hari ini ada 20 hektar, kita akan kembangkan sampai 70 hektar untuk program persawahan Mina Padi,” kata Cahyo, Minggu (23/2/2025).
Cahyo mengungkapkan, bahwa program Mina Padi di Kampung Tasuk ini mengalami peningkatan yang signifikan sejak berjalan dari tahun 2022 lalu. Ia menegaskan, program ini akan terus dilakukan secara berkala. Pasalnya, pertanian padi merupakan masalah yang bukan hanya dialami di Kabupaten Berau, tetapi hampir di seluruh daerah juga mengalaminya.
“Pastinya ini akan kita teruskan, karena pertanian padi ini kan masalahnya bukan hanya di Berau, tapi lebih kepada seluruh, hampir seluruh daerah,” tegasnya.
Fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau, Bambang Sujatmiko berharap, program ini bisa terus berjalan dan dapat mendorong semangat para petani yanga ada di Kabupaten Berau.
Dirinya menyebut, bahwa berdasarkan data, penyebab inflasi di Berau tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim), salah satunya ialah beras. Untuk itu ia berharap, semua kelompok tani di Berau, bisa lebih fokus dan intens dengan pendampingan ini, untuk mewujudkan swasembada di Kabupaten Berau.
Menurutnya, Kampung Tasuk termasuk salah satu kampung yang terdekat dengan ibukota Kecamatan, yang merupakan sentral tanaman padi sawah.
Sementara, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kampung Tasuk, Surat, mengatakan bahwa PT Berau Coal sangat berkontribusi besar dalam membantu para petani di Kampung Tasuk ini. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada PT Berau Coal. Dan Surat berharap, pendampingan ini bisa lanjut terus selama PT Berau Coal masih ada di Kampung Tasuk.
“Terima kasih PT Berau Coal, mudah-mudahan bantuan ini tetap lancar terus,” pungkasnya. (RIZAL)












