Sumber PAD Baru

TPI Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan. / IST

PEMERINTAH Kabupaten Berau menargetkan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor perikanan melalui optimalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan.

Meski belum dilengkapi fasilitas penunjang utama, kontribusi PAD dari TPI tersebut justru menunjukkan tren positif dan telah melampaui target yang ditetapkan. Untuk diketahui, pembangunan TPI Tanjung Batu dimulai sejak 2023 dengan dukungan bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebesar Rp 15 miliar. Namun, anggaran tersebut hanya difokuskan pada pembangunan fisik, sehingga belum mencakup pengadaan sarana dan prasarana pendukung operasional.

Proses serah terima aset TPI Tanjung Batu sempat mengalami keterlambatan dari jadwal awal Maret 2025. Hal itu disebabkan adanya masa pemeliharaan proyek selama enam bulan setelah pekerjaan dinyatakan selesai, yang berdampak pada belum optimalnya penarikan retribusi pada tahap awal operasional.

Plt Kepala UPT TPI Sambaliung, Frederik Sibulo, mengatakan TPI Tanjung Batu baru resmi diserahterimakan dari Dinas Pekerjaan Umum kepada Dinas Perikanan Berau pada Oktober 2025. Meski demikian, kontribusi PAD dari pengelolaan TPI mulai menunjukkan capaian yang cukup signifikan.

Menurut Frederik, target PAD tahun 2025 dari dua TPI, yakni TPI Tanjung Batu dan TPI Sambaliung, dipatok sebesar Rp 20 juta. Namun realisasinya telah mencapai Rp 54 juta atau meningkat sekitar 115 persen dari target.

“Apalagi TPI Tanjung Batu itu sebenarnya memiliki potensi PAD yang cukup besar. Salah satunya berasal dari penyewaan fasilitas seperti cold box atau peti ikan yang dimanfaatkan oleh nelayan,” ujar Frederik, Selasa (20/1/2026).

Kendati demikian, ia mengakui hingga saat ini TPI Tanjung Batu masih kekurangan sejumlah fasilitas penting, seperti pabrik es, tempat penyimpanan ikan (cold storage), serta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Padahal, fasilitas-fasilitas tersebut dinilai menjadi daya tarik utama untuk memusatkan aktivitas nelayan di kawasan TPI.

Selain fasilitas utama, Frederik mengungkapkan bahwa pihaknya juga sedang merencanakan pembangunan lantai jemur ikan di kawasan TPI Tanjung Batu. Fasilitas ini disiapkan sebagai solusi agar aktivitas penjemuran ikan tidak lagi dilakukan di badan jalan atau aspal seperti yang selama ini dilakukan.

“Ini bagian dari upaya meningkatkan PAD, apalagi di tengah keterbatasan fiskal daerah. Walaupun nilainya kecil, tapi tetap masuk ke kas daerah,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *