PESATNYA pembangunan di Kabupaten Berau dalam satu dekade terakhir memang mendorong pertumbuhan kawasan permukiman. Namun, perkembangan tersebut juga memunculkan persoalan baru dalam tata kelola air.
Lahan terbuka yang semula menjadi daerah resapan kini semakin berkurang karena beralih fungsi menjadi pemukiman dan bangunan. Kondisi ini membuat wilayah perkotaan semakin rentan banjir, terutama saat curah hujan tinggi mengguyur seperti dalam beberapa hari terakhir.
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau melakukan peninjauan ulang terhadap blueprint drainase yang sudah ada. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan rancangan lama dengan kondisi tata ruang saat ini agar sistem drainase tetap efektif.
Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan, menegaskan pihaknya masih menggunakan rancangan lama sebagai acuan. Namun, hasil review menjadi dasar dalam perencanaan lanjutan yang lebih sesuai dengan kebutuhan saat ini.
“Desain secara umum tidak berubah, hanya ada beberapa penyesuaian teknis. Kami menyesuaikan arah aliran air, kondisi sungai, elevasi wilayah, hingga dampak perubahan tata ruang sekarang,” ujarnya, Selasa (26/8/2025).
Ia menilai, penyesuaian tersebut diperlukan karena kondisi tata ruang saat ini berbeda jauh dibanding sepuluh tahun lalu. Semakin banyak pembangunan, semakin sedikit lahan resapan, sehingga debit air yang masuk ke saluran meningkat signifikan.
“Dulu ada satu hektar lahan rumput, air hujan bisa langsung terserap. Sekarang lahan itu berubah menjadi kompleks perumahan, otomatis daya serapnya jauh berkurang,” jelasnya.
Fendra menambahkan, perubahan teknis yang dilakukan mencakup ukuran saluran, ketinggian, serta kapasitas tampung drainase. Dengan begitu, sistem yang ada bisa tetap bekerja optimal meski tata ruang sudah banyak berubah. Lebih jauh, Fendra menekankan pentingnya upaya antisipasi dini. Menurutnya, drainase bukan sekadar infrastruktur penunjang, melainkan bagian penting dari tata kota yang akan menentukan bagaimana Berau menghadapi persoalan banjir di masa mendatang.
“Prinsipnya, drainase harus menyesuaikan perkembangan kota. Jika tidak dilakukan penyesuaian, risiko banjir akan semakin besar di masa depan,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI).