Potensi banjir di sejumlah wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) diperkirakan meningkat selama Februari ini. Karena berkaitan dengan curah hujan yang masih tinggi, serta pola cuaca yang sulit diprediksi dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara, Andi Amriampa, mengatakan peringatan tersebut mengacu pada informasi dari BMKG terkait perkembangan cuaca.
“Yang dikhawatirkan sebenarnya banjir. Februari ini kita minta waspada, terutama di Malinau dan Bulungan,” ujar Andi, Sabtu (21/2/2026).
Ia menyebut, dua wilayah itu menjadi perhatian. Karena memiliki sejumlah kawasan yang berada di sekitar aliran sungai besar.
Beberapa daerah aliran sungai yang dipantau di antaranya Sungai Kayan dan Sungai Mentarang. Peningkatan curah hujan dinilai dapat mendorong kenaikan debit air, khususnya di kawasan bantaran.
“Kalau intensitas hujan meningkat, debit sungai bisa cepat bertambah dan berisiko meluap,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa cuaca belakangan terkadang terasa panas pada siang hari, tetapi masih disertai kelembapan udara yang cukup tinggi.
“Pola musim di Kalimantan dalam beberapa tahun terakhir semakin tidak menentu. Pengaruh fenomena global seperti El Nino dan siklon turut memengaruhi perubahan tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, tahun lalu, Kaltara bahkan mengalami kemarau basah, yakni periode kemarau yang tetap disertai curah hujan cukup tinggi.
Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan dan rutin memantau informasi cuaca resmi.
“Kami minta masyarakat tidak lengah, karena kondisi cuaca sekarang sulit diprediksi,” pungkasnya. (Muhammad Efendi)












