PEMKAB Berau mengawal secara serius kebutuhan mahasiswa asal Berau yang tengah menempuh pendidikan di luar daerah, khususnya di Kota Makassar. Salah satu langkah yang kini tengah diwacanakan adalah pembangunan Asrama Mahasiswa Berau (AMB) di kota tersebut.
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said menyebut, jumlah mahasiswa Berau di Makassar cukup banyak. Namun hingga saat ini, fasilitas asrama yang tersedia baru diperuntukkan bagi mahasiswa putra. Sementara itu, mahasiswa putri masih harus mengandalkan rumah kontrakan.
“Kalau kita tidak segera merencanakan asrama tambahan, dikhawatirkan banyak mahasiswa yang tidak terakomodasi. Karena itu, pemerintah berkomitmen menghadirkan fasilitas yang lebih representatif,” ujarnya, Senin (22/9/2025).
Menurut Said, rencana pembangunan asrama tersebut telah masuk dalam tahap identifikasi lokasi. Meski begitu, kapasitas dan kebutuhan teknis lainnya masih akan disesuaikan dengan jumlah mahasiswa yang ada.
Ia menegaskan, keberadaan asrama bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga bagian dari dukungan Pemkab Berau dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas.
“Mahasiswa yang belajar di Makassar adalah aset daerah. Mereka kelak akan menjadi bagian penting dalam pembangunan Berau,” katanya.
Kendati demikian, Said mengakui rencana tersebut belum tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun ini maupun tahun depan. Untuk sementara, Pemkab masih mengandalkan sistem sewa asrama bagi mahasiswa putri.
“Target kami, dalam dua tahun pembangunan asrama bisa direalisasikan. Saat ini kami terus mempersiapkan perencanaan dan anggarannya,” jelasnya.
Selain fasilitas asrama, Pemkab Berau juga menyalurkan bantuan beasiswa bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi di berbagai kota. Dukungan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan generasi muda Berau.
“Selain di Makassar, rencana pembangunan asrama juga akan diperluas ke daerah lain, seperti Samarinda. Harapan kami, semua mahasiswa asal Berau bisa belajar dengan tenang tanpa terkendala tempat tinggal,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI)












