Puluhan Kasus Campak Ditemukan di Bulungan Selama Periode Januari Hingga Maret 2026

Kepala Dinkes Bulungan, Imam Sujono

Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan mencatat sebanyak 25 kasus suspek campak selama periode Januari hingga Maret 2026, berdasarkan laporan puskesmas dan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor.

Kepala Dinkes Bulungan, Imam Sujono, mengatakan temuan tersebut menjadi perhatian, karena muncul dalam waktu relatif singkat.

“Kasus ini terlapor dalam kurun tiga bulan, sehingga perlu diantisipasi, agar tidak berkembang lebih luas,” ujar Imam, Jumat (3/4/2026).

Dinkes meminta seluruh fasilitas kesehatan meningkatkan kewaspadaan serta mempercepat penanganan terhadap setiap kasus yang ditemukan.

Masyarakat juga diimbau untuk memastikan kelengkapan imunisasi, terutama bagi anak-anak yang rentan terhadap penularan.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.7.8/348/DINKES yang diterbitkan pada 13 Maret 2026.

Dalam edaran itu, sebelumnya tercatat 20 kasus suspek campak serta 4 kasus positif pertusis yang telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.

Dinkes juga mencatat pada 2025 lalu, sempat terjadi kejadian luar biasa (KLB) campak di wilayah kerja Puskesmas Sekatak Buji.

Di sisi lain, cakupan imunisasi dasar lengkap di Bulungan baru mencapai 70,4 persen, masih di bawah target nasional sebesar 85 persen.

Kondisi tersebut menjadi dasar percepatan penguatan program imunisasi, termasuk peningkatan edukasi kepada masyarakat dan penguatan sistem surveilans.

Langkah ini diharapkan mampu menekan penyebaran campak sekaligus meningkatkan perlindungan masyarakat terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. (Muhammad Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *