Pulihkan Kondisi Kampung Suaran

Pjs Bupati Berau, Sufian Agus saat meninjau jembatan Kampung Suaran yang hanyut akibat banjir besar beberapa waktu lalu. (DISWAY)

PEJABAT Sementara (Pjs) Bupati Berau, Sufian Agus meninjau Kampung Suaran pasca dilanda bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Sejumlah kebutuhan mendesak untuk segera dipulihkan seperti jembatan dan sejumlah perahu serta mesin kapal milih warga yang hanyut terbawa derasnya aliran banjir

Diketahui, jembatan tersebut merupakan penghubung menuju RT 01, sekaligus akses untuk anak-anak menuju sekolah serta keperluan lainnya. Sehingga keberadaan jembatan ini sangat penting bagi aktivitas masyarakat.

Pjs Bupati Berau, Sufian Agus mengatakan, Pemkab Berau sudah melakukan diskusi terkait penanganan jembatan tersebut. Direncanakn, pihaknya akan membangun jembatan tersebut menjadi jembatan yang lebih kuat dan layak untuk dilalui masyarakat.

“Kita akan segera tanggulangi agar masyarakat bisa menggunakan jembatan sehingga tidak jauh memutar,” ujarnya.

Untuk sementara ini, pihaknya akan membuat dermaga penyeberangan yang nantinya dikelola oleh pemerintah kampung.

“Mudah-mudahan bisa cepat dilaksanakan karena ini anak-anak sekolah kasihan juga. Kami akan fokuskan yang bersifat darurat terlebih dahulu,” ungkapnya.

Adapun untuk perencanaan pembangunan jembatan baru tersebut akan dimulai di tahun 2025. Pemkab Berau akan membuat perencanaan yang matang agar tidak membahayakan masyarakat serta dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Kalau jembatan bailey itu lebih mahal, apalagi sifatnya hanya sementara, sayang kalau dibongkar. Lebih baik kita bikin yang sifatnya sementara untuk penyebrangan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, dana darurat akan digunakan untuk banyak hal, seperti pembelian kasur, perahu nelayan, serta mesin perahu yang hilang. Syarat untuk menggunakan dana tersebut harus ada surat keputusan (SK) dari bupati Berau bahwa telah terjadi bencana darurat.

“Belum kita pastikan berapa nilainya, nanti kami hitung dulu berapa kerugian masyarakat setelah itu kita hitung,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Suaran, Arif Sugiarto meminta kepada pemerintah daerah untuk segera membangun jembatan baru. Pasalnya jembatan tersebut dinilai sangat penting bagi mobilitas masyarakat, khususnya anak sekolah yang ada di Kampung Suaran.

Begitu juga dengan masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan, banyak mengalami kerugian diantaranya perahu dan mesin perahu yang hilang serta alat tangkap ikan.

“Kami harap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dapat memberikan bantuan kepada warga kami,” jelasnya.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Berau, Jaka Siswanta menyebut, pihaknya bersedia melalukan tahapan-tahapan penyaluran bantuan jika sudah ditetapkan adanya dana darurat yang menopang penyaluran bantuan, khusunya kepada nelayan yang mengalami kerugian cukup besar karena alat untuk bekerja hanyut terbawa aliran banjir

“Bupati bisa menetapkan keadaan tanggap darurat, sehingga kita bisa gunakan dana darurat itu. Nanti dari kampung dan kecamatan melakukan usulan sebenarnya,” ujarnya.

Setelah dilakukan pengusulan bertahap, nantinya Dinas Perikanan akan kembali melakukan verifikasi, bahwa yang diajukan merupakan hal sebenarnya. Sehingga penyaluran bantuan bisa tepat sasaran dan dinikmati masyarakat.

“Yang pasti nanti akan diverifikasi dari tingkat kampung, kecamatan, hingga kami nanti di Diskan,” pungkasnya. (SAHRUDDIN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *