Pemerintah Kabupaten Bulungan menyiapkan program peningkatan kualifikasi pendidikan bagi aparatur sipil negara (ASN) yang masih berijazah SMA
Bupati Bulungan, Syarwani, menjelaskan bahwa program tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan sumber daya manusia di lingkungan pemerintah daerah, khususnya bagi ASN yang selama ini masih menggunakan ijazah SLTA.
“Kita prioritaskan ASN yang benar-benar masih berijazah SMA, dengan masa kerja yang masih panjang, dan usianya belum mendekati masa pensiun,” ujar Syarwani, Selasa (27/1/2026).
Ia mengatakan, tidak semua ASN berijazah SMA akan otomatis mengikuti program tersebut. Pemerintah daerah akan melakukan verifikasi dan penentuan skala prioritas sebelum menetapkan peserta.
Menurutnya, selain latar belakang pendidikan, pemetaan juga dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi. Sejumlah bidang yang dinilai masih memerlukan penguatan SDM antara lain bidang hukum dan keuangan.
Dalam pelaksanaannya, program peningkatan pendidikan tersebut akan menggunakan skema rekognisi pembelajaran lampau (RPL), yang memungkinkan ASN menempuh pendidikan sarjana dalam waktu sekitar dua tahun.
“Dengan RPL, ASN tetap bisa menjalankan tugasnya dan dalam jangka waktu tertentu sudah bisa menggunakan ijazah sarjananya,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah membangun komunikasi dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Borneo Tarakan dan Universitas Kaltara, untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Pemilihan perguruan tinggi juga mempertimbangkan jarak dan efektivitas pelaksanaan. Kita harapkan pembelajaran bisa dilaksanakan sedekat mungkin, sehingga tidak mengganggu pelaksanaan tugas sehari-hari,” ungkapnya.
Terkait jumlah peserta, Syarwani menyampaikan bahwa program tersebut diperkirakan tidak akan mencapai 100 ASN, karena disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.
Saat ini, tercatat sekitar 277 ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bulungan yang belum menyandang status sarjana.
“Tentunya kan program itu ada konsekuensi pembiayaan, terutama untuk biaya pendidikan selama masa studi yang diperkirakan berlangsung dua tahun,” kata Syarwani. (Muhammad Efendi)












