Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama Ramadan. Namun, disesuaikan dengan ibadah puasa penerima manfaat, khususnya terkait waktu konsumsi, dan bentuk makanan yang dibagikan, agar tetap memenuhi prinsip kecukupan gizi dan keamanan pangan.
Kepala SPPG Jelarai Selor, Andi Bagus Setyawan, menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut dilakukan agar pelaksanaan MBG tetap berjalan efektif tanpa mengurangi tujuan utama program dalam mendukung peningkatan status gizi penerima manfaat.
“Selama Ramadan, MBG tetap dibagikan, tetapi mekanismenya disesuaikan dengan waktu dan tata cara konsumsi makanan bagi penerima manfaat yang berpuasa,” ujar Andi, Senin (16/2/2026).
Ia menyampaikan bahwa di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang tidak menjalankan ibadah puasa, pemberian MBG tetap dilaksanakan seperti hari biasa, yakni sesuai jadwal distribusi normal, dengan menu makanan siap santap.
Sementara itu, bagi penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa, MBG diberikan dalam bentuk paket makanan kemasan sehat. Paket tersebut dibagikan pada siang hari, namun tidak untuk dikonsumsi langsung, melainkan dibawa pulang untuk berbuka puasa atau sahur.
“Paket makanan kemasan sehat ini diproduksi dan dikemas langsung di SPPG, bukan makanan pabrikan ultra-processed food, serta tetap menerapkan standar keamanan pangan dan pemenuhan gizi seimbang,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pengemasan dilakukan menggunakan tote bag yang disediakan oleh SPPG. Setiap penerima manfaat mendapatkan dua tote bag dengan warna berbeda, yang digunakan secara bergantian untuk memudahkan identifikasi, pengecekan, dan menjaga kebersihan.
Menurutnya, menu makanan kemasan disesuaikan dengan standar gizi berdasarkan kelompok usia penerima manfaat, dengan rekomendasi seperti telur asin, abon, dendeng kering, buah, makanan khas lokal, serta kurma sebagai pelengkap opsional.
Khusus untuk pelaksanaan MBG di pesantren dan sekolah berasrama Muslim, Andi menyebutkan bahwa pengolahan makanan dilakukan pada siang hari, untuk kemudian disajikan saat waktu berbuka puasa, atau disesuaikan berdasarkan koordinasi dengan pihak satuan pendidikan.
“Penyesuaian ini kami lakukan agar program MBG tetap berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran selama Ramadan, tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa,” pungkasnya. (Muhammad Efendi)












