Potensi Menjanjikan Industri Pariwisata

Bantu Serap Pengangguran di Bumi Batiwakkal

Pulau Maratua adalah salah satu objek wisata unggulan di Kabupaten Berau (IST)

KEPALA Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Berau, Zulkifli Azhari menyebut, Industri wisata di Berau pada tahun 2025 diproyeksikan menjadi salah satu sektor utama yang dapat menyerap tenaga kerja dan menekan angka pengangguran terbuka.

“Sektor ini memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja baru di Bumi Batiwakkal,” kata Zulkifli, Selasa (21/1/2025).

Optimisme tersebut didasarkan pada proyeksi pembangunan Berau hingga 20 tahun kedepan. Menurutnya, tahun ini merupakan momen bagi setiap perusahaan yang bergerak di industri wisata untuk mengokohkan pondasi ekonomi bisnisnya, termasuk dalam hal menyerap tenaga kerja.

“Ini menjadi tahun momentum membangun industri wisata,” tuturnya.

Zulkifli mengungkapkan, pada awal tahun 2025 terdapat sekira 15 perusahaan perhotelan hingga penginapan yang telah mendaftarkan diri untuk melakukan rekrutmen.

“Angka tersebut akan terus bertambah seiring meningkatnya kunjungan wisata di Berau. Ini yang diprioritaskan orang lokal dengan skill di bidang pariwisata,” bebernya.

Dikatakannya, di kawasan pesisir Berau, telah ramai bisnis penginapan dan hotel. Situasi tersebut dianggap positif dalam menumbuhkan gairah serapan tenaga kerja di Berau.

“Tentu akan dimonitor tiap triwulannya,” imbuhnya.

Selain industri wisata, sektor pertambangan di Berau masih diproyeksikan menjadi primadona dalam menyerap tenaga kerja baru. Pasalnya, selama ini sektor tersebut selalu meningkatkan nilai pendapatan daerah dan mengurangi angka pengangguran.

“Ditopang juga sama industri perkebunan,” imbuhnya.

Ia meminta kepada angkatan kerja di Berau untuk aktif dalam mencari peluang peningkatan skill yang dibutuhkan di empat sektor industri tersebut.

“Karena kemampuan SDM akan tetap menjadi prioritas perusahaan kala membuka lowongan kerja,” ucapnya.

Pihaknya juga akan membuka lembaga pelatihan kerja yang nantinya dapat diikuti oleh tenaga kerja lokal yang membutuhkan sertifikasi keahlian.

“Untuk angka pengangguran terbuka, tahun ini targetnya turun sampai 4 persen,” tandasnya. (RIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *