Petahana Masih Kuat-Kuat

Pertarungan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) se Kalimantan Timur (Kaltim) sudah dimulai. Pasangan-pasangan calon sudah siap “tempur” dengan kendaraan dan amunisinya masing-masing.

Pasangan calon sudah bermunculan, bahkan sudah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) di daerah sejak kemarin (28/8/2024). Di mana pendaftaran akan ditutup hari ini (30/8/2024).

Dari data masing-masing daerah di Kaltim, petahana masih kuat mendapatkan dukungan partai. Seperti Andi Harun, Sri Juniarsih Mas, Rahmad Mas’ud, dan sebagainya. Mereka menjadi koalisi gemuk, bahkan Andi Harun tak ada lawan.

Di mulai dari Samarinda, ibu kota provinsi Kaltim ini, bakal calon wali kota Samarinda Andi Harun berpotensi menjadi kandidat tunggal, dan berpasangan dengan Saefuddin Zuhri, yang merupakan politisi NasDem.

Potensi sebagai kandidat tunggal, bukanlah pepesan kosong. Secara elektabilitas, nama Andi Harun termasuk tertinggi, bahkan mencapai 80 persen. Berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dan SeMAR’T POLITICA.

Lembaga survei SeMAR’T POLITICA misalnya, melakukan survei pada 21 hingga 29 Juli 2024 menunjukkan nama Andi Harun unggul di atas kandidat lainnya seperti Barkati, Rusmadi dan Agus Tri Sutanto.

Dengan elektabilitas 86,4 persen, menggunakan metode multistage random sampling, dan margin error sekitar 4,8 persen. Hasil survei tersebut, telah melibatkan 440 responden warga Samarinda, yang berumur lebih dari 17 tahun atau sudah menikah.

Sementara di survei LSI, tingkat keinginan masyarakat Samarinda agar Andi Harun jadi wali kota lagi untuk periode kedua bahkan mencapai 79,3 persen. Sementara kandidat-kandidat lainnya yang muncul dalam survei LSI Denny JA di bawah 5 persen.

Semula Andi Harun berencana maju melalui jalur perseorangan, berpasangan dengan Safaruddin. Jumlah suara dukungan masyarakat yang dikumpulkan ke KPU Samarinda mencapai 50 ribu KTP. Atau di atas angka minimal syarat dukungan 45 ribu KTP. Namun belakangan, AH mulai bermanuver melalui jalur partai politik (parpol), dan memilih berpasangan dengan Saefuddin Zuhri.

Partai yang memberi dukungan untuk keduanya adalah PKS. Ketua DPD PKS Kaltim Dedi Kurniadi mengungkap alasan memilih AH, sebagai bakal calon wali kota Samarinda, karena kinerjanya yang sudah terbukti memimpin Samarinda.

“Selama lima tahun terakhir kinerjanya sangat baik terlihat dan diraskan oleh masyarakat,” katanya.

Meski pun di DPRD Samarinda, fraksi PKS kerap kali yang paling vokal mengkritisi kebijakan-kebijakan Pemkot, baginya itu merupakan hal yang biasa. “Saya katakan, bapak harusnya bersyukur ketika ada yang mengingatkan bapak mau masuk jurang. Dan bapak Andi Harun setuju,” tambahnya.

Dukungan partai lainnya datang dari DPD PDIP Kaltim. Ya, partai berlambang banteng ini secara resmi menyerahkan surat dukungan rekomendasi kepada pasangan Andi Harun-Saefuddin Zuhri. Penyerahan dukungan dilakukan di Kantor DPD PDIP Kaltim, Selasa 27 Agustus 2024. Sekretaris DPD PDIP Kaltim, Ananda Emira Moeis yang menyerahkan langsung SK Model B.Persetujuan.Parpol.KWK dari PDIP, kepada Andi Harun dan Saefuddin Zuhri. “Kalau ada pemimpin bagus, kenapa tidak didukung,” sebut Nanda.

Senada dengan PKS, Nanda juga menyebut pertimbangan kinerja AH menjadi alasan untuk mendukungnya. Menurutnya, di beberapa sektor ada terjadi peningkatan. Penilaian tersebut lanjutnya bukan hanya berdasar kaca mata partai. Tapi juga dari hasil aspirasi masyarakat. Karena itu baginya, mendukung pasangan Andi Harun-Saefuddin Zuhri merupakan pilihan yang tepat bagi partai.

23 KURSI UNTUK AH

Dukungan kursi untuk Andi Harun-Saefuddin Zuhri sendiri sudah terbilang ‘gemuk’. Total sudah 20 kursi dikantongi. Itu mencakup PKS 5 kursi, PDIP 6 kursi, Demokrat 4 kursi, NasDem yang merupakan partai Saefuddin Zuhri memiliki 5 kursi, Gelora 1 kursi dan PKB 2 kursi. Sementara partai-partai lain seperti Gerindra, Golkar belum menentukan sikap akan berlabuh ke calon mana.

Andi Harun mengaku, jika melihat dan menyaksikan perkembangan dinamika politik terkait pencalonan kandidat pada pilkkada Samarinda, banyak yang masih menginginkan dirinya.

“Dari hasil survei masyarakat masih menginginkan saya kembali maju sebagai walikota,” ucapnya, Senin 27 Agustus 2024.

AH pun mengapresisasi, pilihan parpol kepada dirinya. Karena sesuai dengan kemauan masyakarakat. Karena itu Andi Harun dan Saefuddin Zuhri bertekad mengemban amanah melanjutkan pembangungan Kota Tepian lima tahun akan datang.

TAK ADA LAWAN

Di pilkada Samarinda, Andi Harun sendiri kemungkinan besar tidak akan memiliki lawan sepadan. Ancaman kotak kosong pun tak terhindarkan. Bagi pengamat politik dari Fisip Unmul Saiful Bahtiar, fenomena ini berbeda dengan wilayah lain yang sengaja mendesain agar kotak kosong terjadi, dengan cara memborong partai. Proses kali ini terjadi secara alamiah.

Katanya, banyak para tokoh ataupun politisi tidak ingin mengambil risiko melawan Andi Harun sebagai petahana. “Para kompetitornya itu ciut sebelum bertanding,” sindir Saiful.

Menurut Saifu,l ini adalah salah satu indikasi fungsi partai politik semakin berkurang. Ia melihat partai politik belum mampu memberikan kader-kader terbaiknya untuk ikut berkontestasi dalam Pilwali Samarinda. Saiful pun berpesan untuk para parpol agar jangan menyerah, hanya karena petahana memiliki eletabiltas tinggi.

“Selama ini parpol itu ibarat gadis cantik yang selalu dilamar oleh orang yang ingin maju dalam kontestasi Pilkada.”

Pesan lainnya adalah setiap parpol agar aktif untuk menghadirkan para kader-kadernya yang berpotensi maju dalam Pilawali Samarinda. Jangan pula pasif dan menunggu partai dilamar calon.

BALIKPAPAN BATAL KOTA KOSONG

Ketua KPU Kota Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono mengatakan, bahwa di hari pertama pendaftaran, belum ada pasangan calon yang datang untuk mendaftar.

“Memasuki hari kedua ini, belum ada paslon yang mendaftar. Mereka mengonfirmasi akan mendaftar di Kamis, 29 Agustus 2024,” ujar Prakoso, Rabu (28/8/2024).

Menurutnya, Pilkada di Balikpapan 2024, terbilang cukup kondusif dengan tidak adanya hingar bingar paslon yang akan mencalonkan diri untuk kontestasi ini. Namun, kini telah ada tiga pasangan calon yang bersiap akan mengikuti pencalonan wali kota dan wakil wali kota.

Pertama, datang dari Rahmad Mas’ud yang kini telah memiliki pendamping yakni Bagus Susetyo dari Partai Gerindra. Hal ini telah  dipastikan oleh Wakil Ketua DPC Gerindra Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle.

“Keputusan ini diambil setelah rapat konsolidasi dan musyawarah daerah, yang menyetujui Bagus Susetyo sebagai calon yang tepat untuk mendampingi Rahmad Mas’ud,” ungkap Sabaruddin, Selasa (27/8/2024).

“Tanggal pendaftaran sudah ditentukan, finalnya tanggal 29,” sambung Sabaruddin.

Ditanya mengenai partai mana saja yang berkoalisi, Sabaruddin belum mau membeberkan hingga hari kedua pendaftaran dibuka ini.

“Besok akan tau semuanya yang (partai) pengusung dan pendukungnya,” singkat Sabaruddin saat dikonfirmasi, Rabu (28/82024) sore.

Terpisah, Bagus Susetyo mengatakan, bahwa sebelumnya ia menerima Surat Keputusan (SK) resmi dari Partai Gerindra, pada Minggu, 25 Agustus 2024 malam.

SK tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani, serta diserahkan oleh Sekretaris DPD Partai Gerindra Kaltim, Seno Aji, dan Ketua Bappilu Agus Suwandy.

“Penyerahan resmi pada hari Jumat lalu di DPP, seremonialnya sampai tingkat Provinsi saja. Kabupaten/Kota diserahkan DPD masing-masing,” kata Bagus.

Ia juga mengungkapkan, bahwa surat rekomendasi dari PKB dan NasDem sudah diterima, sementara rekomendasi dari Partai Golkar dan PKS masih dalam proses.

Bagus Susetyo mendampingi petahana Rahmad Mas’ud, yang merupakan kader Partai Golkar.

Jika pasangan ini mendapatkan dukungan penuh dari partai-partai lain, menurut Bagus, mereka akan mengantongi total 37 kursi dari 45 kursi legislatif Kota Balikpapan.

“Alhamdulillah kita sudah terima dari Gerindra, dan akan kami berikan ke partai pengusung lainnya,” tegas Bagus.

Bagus pun optimis, akan sukses dalam kontestasi Pilkada Balikpapan 2024, berkomitmen untuk melanjutkan dan meningkatkan program-program Rahmad Mas’ud.

“Masyarakat Balikpapan berharap kepemimpinan ke depan bisa lebih baik. Berbenah diri untuk mengikuti perkembangan dan kemajuan pembangunan IKN,” pungkas Bagus Susetyo.

Pasangan kedua datang dari pasangan Rendi Susiswo Ismail yang didampingi oleh Edy Sunardi Darmawan atau disapa Edy Tarmo, yang diusung oleh PDIP. Saat dikonfirmasi mengenai partai koalisi, Ketua DPC PDIP Balikpapan, Budiono mengatakan bahwa saat ini ada 3 partai.

“Saat ini dan kami harap seterusnya, partai pendukung kami ini ada dari Partai Buruh, Partai Kebangkitan Nasional dan Partai Ummat,” tutur Budiono, Rabu (28/8/2024).

Sementara itu, Rendi Susiswo Ismail menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar PDIP Balikpapan setelah menerima formulir B1-KWK.  Dalam pengumuman tersebut, Rendi Susiswo Ismail bersama Edy Sunardi Darmawan telah resmi dinyatakan sebagai calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Balikpapan untuk masa bakti 2024-2029.

“Insya Allah, kami sudah berkomitmen dalam kontestasi ini. Tentu semangat kami sama, yaitu untuk memenangkan rakyat Balikpapan agar lebih sejahtera, lebih makmur, dan menjadikan Balikpapan sebagai kota yang maju dan hebat,” ungkap Rendi.

Ia menambahkan pentingnya mendaftar di KPU sesegera mungkin karena persyaratan, seperti kesehatan, perlakuan baik, SKCK, serta laporan kekayaan dan kepailitan, memerlukan waktu dan kecepatan.

“Motivasi kami adalah untuk kebaikan bangsa dan kebaikan Balikpapan. Kami ingin Balikpapan menjadi lebih maju, lebih baik lagi, dan sejahtera,” tegasnya.

Rendi berharap proses pendaftaran ke KPU Balikpapan dapat dilakukan dengan baik sesuai jadwal yang akan diatur oleh DPC PDIP dan tim yang akan ditunjuk.

Terakhir, pasangan calon yang ketiga yakni dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelora yang menambah gairah politik dalam kontestasi ini. Partai Gelora, yang dipimpin oleh Muhammad Anis Matta, telah secara resmi mengeluarkan surat rekomendasi untuk pasangan Syukri Wahid dan Muhammad Sa’bani.

Dalam sebuah video yang tersebar luas beberapa waktu lalu, Anis Matta menyampaikan pesan dukungan kepada masyarakat Balikpapan.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelora. Di samping saya ada Pak Sa’bani dan Pak Syukri, calon Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan,” ujarnya.

Anis Matta menekankan harapannya agar warga Balikpapan mendukung pasangan ini untuk membawa perubahan besar. “Mudah-mudahan warga Balikpapan mendukung beliau, dan bersama-sama kita ubah Balikpapan menjadi salah satu kota internasional terbaik di dunia,” kata Anis Matta.

Di sisi lain, Syukri Wahid mengungkapkan optimisme untuk mendapatkan dukungan lebih luas, terutama setelah keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK).  “Kami berharap dukungan dari beberapa partai setelah keputusan MK,” ujarnya melalui WhatsApp, Selasa (27/8/2024).

Mantan wakil ketua DPRD Balikpapan ini juga menyebutkan bahwa mereka telah memperoleh dukungan dari empat partai politik, termasuk Partai Gelora, Perindo, dan PSI.

“Kami sudah mendapatkan dukungan dari empat partai, Insya Allah,” tambahnya.

Menurutnya, dengan dukungan solid dari Partai Gelora dan rencana untuk menjalin aliansi dengan partai-partai lain, posisi pasangan Syukri Wahid dan Muhammad Sa’bani semakin menguat dalam Pilkada Balikpapan. Adapun untuk koalisi dari paslon Syukri dan Sa’bani ini yakni datang dari Partai Perindo, Gelora, Demokrat dan PSI.

PETAHANA BERAU DAPAT PERLAWANAN

Pilkada Berau 2024, dipastikan bakal diikuti dua bakal pasangan calon (Bapaslon), dan masing-masing Bapaslon telah memenuhi syarat 20 persen untuk mendaftar di KPU sebagai peserta Pilkada.

Adapun dua Bapaslon yang mendaftar sebagai peserta Pilkada Berau 2024 yakni, Petahana Sri Juniarsih Mas – Gamalis dan Madri Pani – Agus Wahyudi.

Pasangan petahana Sri Juniarsih Mas dan Gamalis diusung oleh sepuluh partai politik (Parpol), yakni Demokrat, Golkar, PKS, Perindo, PPP, PAN, Gerindra, Gelora, Partai Buruh, dan partai Ummat. Dengan jumlah keseluruhan mengantongi 19 kursi untuk maju Pada Pilkada Berau Tahun 2024. Keduanya telah mendaftar di KPU kemarin.

Dikatakan Sri Juniarsih Mas, pihaknya membawa visi misi yang tentunya sesuai dengan RPJPD Kabupaten Berau.”Tentunya fokus pada sektor pendidikan dan kesehatan,” sebutnya.

Sektor pendidikan dan kesehatan, merupakan syarat mutlak dalam program kerja Sragam kedepan karena itu adalah untuk mengangkat dan memastikan sumber daya manusia di Kabupaten Berau dalam menindaklanjuti sumber daya alam yang dimiliki oleh Kabupaten Berau.

“Sehingga, program kerja untuk pendidikan dan kesehtaan tetap kami akan lanjutkan dan tuntaskan,” jelasnya.

Sebagai kepala daerah, lanjut Sri Juniarsih, tentu dirinya tidak akan meninggalkan tugasnya. Demikian juga dengan wakil bupati Berau bapak Gamalis sampai cuti pada tanggal 23 September mendatang.

“Sekitar satu bulan, atau 3 minggu kedepan, dalam sisa waktu ini, kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk menyelesaikan tugas-tugas kami sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah,” tegasnya.

Gamalis secara pribadi mengaku telah mempersiapkan diri. “Sebagai persiapan, saya sudah menjalani pemeriksaan kesehatan dan sebagainya,” katanya.

“Doakan saja, semoga semua berjalan lancar dan tidak ada hambatan suatu apapun,” harapnya.

Sementara, Madri Pani dan Agus Wahyudi, siap bertarung dengan pasangan petahana Sragam pada Pilkada Berau 2024 mendatang.

Madri Pani mengatakan, dirinya bersama Agus Wahyudi telah resmi bergabung dan maju untuk Pilkada November mendatang. “Semua tahapan telah dilalui. Sehingga, saat ini tinggal menunggu rapat bersama tim yang mengusung atau partai-partai koalisi,” katanya.

Madri Pani dan Agus Wahyudi disokong empat parpol, yakni PKB, Nasdem, Hanura, PDI. Partai NasDem, yang memiliki 5 kursi, Partai Hanura 3 kursi dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 1 kursi, PDI 2 kursi.

“Keseluruhan ada 11 kursi. Dengan mengantongi 11 kursi tersebut, bisa menjadi modal MP-AW untuk maju di Pilkada 2024 ini,” ujarnya.

Untuk Pilkada Berau 2024, Madri Pani di percayai untuk menjadi Berau satu sedangkan Agus Wahyudi akan menjadi Berau dua. “Setelah melakukan koordinasi dan beberapa pertimbangan, saya diminta untuk menjadi B1 dan pak Agus Wahyudi atau AW itu menjadi wakil (B2),” pungkasnya.

KUKAR 3 PASANG

Pilkada Kutai Kartanegara (Kukar) 2024 akan mempertemukan tiga pasangan calon yang siap bertarung, yakni Edi Damansyah-Rendi Solihin, Dendi Suryadi-Alif Turiadi, dan Awang Yakoub Luthman-Akhmad Zais (AYL-AZA). Ketiga pasangan ini telah mendaftar ke KPU dengan dukungan dari berbagai koalisi partai dan membawa visi serta misi yang berbeda untuk masa depan Kukar.

Pasangan petahana Edi Damansyah dan Rendi Solihin didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang memiliki 16 kursi di DPRD Kukar, serta partai non-parlemen seperti Partai Demokrat dan Partai Gelora. Pasangan ini berkomitmen untuk menuntaskan 23 program unggulan Kukar Idaman yang telah dijalankan selama masa kepemimpinan sebelumnya.

“Kami mohon doa dan kelancaran. Jika tidak ada halangan administrasi, kami akan mendaftar pada Rabu, 28 Agustus,” ujar Edi Damansyah. Rendi Solihin menambahkan, “Program kerakyatan di seluruh sektor yang telah berjalan, kami berterima kasih kepada masyarakat yang mendukung. Kami mohon doa dan dukungan agar program yang masih berjalan bisa kita tuntaskan.”

Dendi Suryadi dan Alif Turiadi, yang dikenal dengan akronim DEAL, mendapat dukungan dari enam partai parlemen, yakni Partai Golkar, Partai Gerindra, PAN, Nasdem, PKB, dan PKS, yang bersama-sama memiliki 29 kursi di DPRD Kukar. Dukungan juga datang dari empat partai non-parlemen, yaitu Hanura, Perindo, Ummat, dan PPP.

Pasangan ini mengusung visi “Gerbang Nusantara” yang fokus pada pembangunan komprehensif dan pengembangan SDM. Berharap, Kukar ke depan dipimpin oleh pemimpin yang amanah. “Mudah-mudahan ke depan ini Kukar lebih baik dan dianugerahi oleh Allah pemimpin yang amanah,” ujar Dendi

Pasangan calon perseorangan Awang Yakoub Luthman dan Akhmad Zais berhasil mengumpulkan 41.466 dukungan dari 20 kecamatan di Kukar. “Saya yakin apa yang telah kami capai hingga tahap ini sudah sangat optimal. Terima kasih kepada KPU dan Bawaslu atas ketegasan, namun tetap membimbing kami,” ungkap Awang, menyampaikan apresiasinya terhadap proses verifikasi. AYL dan AZA berkomitmen untuk menjalankan amanah dari masyarakat Kukar jika terpilih, dan berharap dapat menjadi alternatif pilihan bagi warga yang menginginkan perubahan.

PASER DUA PASANG JUGA

Di Bumi Daya Taka hanya ada dua Bapaslon yang punya kans maju sebagai bupati dan wakil bupati Paser. Yakni, Fahmi Fadli – Ikhwan Antasari serta Syarifah Masitah Assegaf – Denni Mappa.

Fahmi Fadli – Ikhwan Antasari keduanya sama-sama ketua partai. Yaitu, DPC PKB Paser dan DPD II Partai Golkar Kabupaten Paser. Sementara, Syarifah Masitah Assegaf tercatat sebagai kader Golkar, sedangkan Denni Mappa Ketua DPC Partai Demokrat Kota Balikpapan.

Adapun Fahmi – Ikhwan didukung 4 partai parlemen dengan total 23 dari 30 kursi di DPRD Paser. Dengan rincian PKB 12 kursi, Golkar 7 kursi, Nasional Demokrat (NasDem) 3 kursi, serta Gerindra 1 kursi.

Fahmi- Ikhwan juga diusung 4 partai non parlemen, yaitu PKS, PAN, Perindo serta Hanura. Bahkan, baik partai pengusung maupun pendukung telah melakukan konsolidasi tim pemenangan di Sekretariat DPC PKB Kabupaten Paser, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Grogot, Senin (26/8/2024) malam.

Sedangkan, Masitah-Mappa diusung Partai Demokrat dengan modal 5 kursi. Sementara, dapat mengusung pasangan calon minimal 6 kursi sesuai ambang batas atau threshold untuk di Kabupaten Paser.

Beredar foto, Syarifah Masitah Assegaf berbaju merah dipadu celana hitam, bakal calon bupati Paser, Syarifah Masitah Assegaf berpose dengan Wakil Sekjen Bidang Komunikasi DPP PDIP, Adian Napitupulu dan Wakil Bendahara DPP PDIP, Yuke Yurike.

Masih dalam foto itu, ketiganya tampak kompak dengan pose melipat tangan di depan dada. Beredarnya gambar itu jelang agenda pengumuman calon kepala daerah tahap ketiga yang bakal diumumkan PDIP.

Adanya gambar itu jadi sinyal yang dikirimkan jika pasangan itu telah mengunci form Model.B.PERSETUJUAN.PARPOl.KWK PDI Perjuangan. Dengan mengunci “surat sakti” yang ditandatangani Ketua Umum PDI Perjuangan, pasangan calon Masitah-Depa dapat maju di Pilkada Paser. “(Model.B.PERSETUJUAN.PARPOl.KWK) sudah kepada kami,” kata Masitah.

Dengan menguncinya PDI Perjuangan yang punya 2 kursi di DPRD Paser. Masitah-Mappa kini punya modal 7 kursi untuk bertarung di Pilkada Paser. Teranyar, Masitah-Depa juga dapat dukungan dari 3 Parpol non parlemen. Yakni Partai Ummat, Gelora dan PPP.

Untuk diketahui, Fahmi merupakan petahana bupati Paser. Begitupun dengan Masitah yang saat ini sebagai wakil bupati Paser. Keduanya, pada Pilkada sebelumnya diusung PKB dan Partai Golkar. Namun untuk Pilkada 2024 ini berpisah.

Namun di Pilkada Paser 2024, Golkar mendorong Ikhwan Antasari yang selain Ketua DPD II Partai Golkar Paser juga tercatat sebagai anggota DPRD Paser untuk mendampingi Fahmi Fadli. Partai beringin meninggalkan Syarifah Masitah Assegaf pada pesta demokrasi tahun ini.

TIGA PASANG MAHULU

Kontestasi Pilkada Mahulu 2024 bakal diikuti tiga Bapaslon, dan masing-masing Bapaslon telah memenuhi syarat 20 persen untuk mendaftar di KPU sebagai peserta Pilkada. Adapun tiga Bapaslon yang bakal mendaftar sebagai peserta Pilkada Mahulu 2024.

Pertama, pasangan Yohanes Avun dan Yohanes Juan Jenau (AVUN-JUAN). Pasangan ini diusung oleh dua partai politik (Parpol) yakni, Partai Golkar dan PDIP. Partai Golkar sendiri memiliki tiga  kursi di DPRD. Sedangkan PDIP memiliki dua kursi.

“Kami dua akan satu paket, Pak Juan Jenau yang jadi wakilnya,” ungkap Bakal calon Bupati Mahulu, Yohanes Avun.

Kedua, pasangan Novita Bulan dan Artya Fathra Marthin (PRIMA). Pasangan yang memiliki hastag PRIMA (Peduli, Mandiri, dan Mengabdi) ini diusung oleh Partai Gerindra dengan perolehan delapan kursi di DPRD Mahulu.

Kepastian dukungan Partai Gerindra kepada Bulan-Fathra juga dibenarkan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Gerindra Kaltim, Ekti Imanuel. “Sudah dapat SK, aman itu sudah fiks,” ucap Ekti Imanuel.

Ketiga, pasangan Owena Mayang Shari Belawan dan Stanislaus Liah. Pasangan yang memiliki hastag MANIS (Mayang-Stanis) ini diusung oleh tiga Parpol yakni, Partai Demokrat, PKB dan PAN dengan total akumulasi kursi sebanyak tujuh kursi di DPRD Mahulu.

“Sekarang partai yang sudah mengusung paket MANIS ada tiga yakni, Partai Demokrat 2 kursi, PKB 2 kursi dan PAN 3 kursi. Jadi total ada tujuh kursi di DPRD, semuanya sudah dapat SK,” ungkap ketua tim pemenangan paket MANIS, Hendrikus Keling.

Jika dilihat dari perolehan jumlah kursi di DPRD, pasangan yang memiliki perolehan kursi terbanyak di DPRD yakni pasangan paket PRIMA dengan total delapan kursi.

Ketua KPU Mahulu, Paulus Winarno Hendratmukti mengaku telah menerima surat pemberitahuan pendaftaran dari tiga Bapaslon tersebut, dan dipastikan tidak ada yang mendaftar di hari pertama.

“Ada tiga pasangan bakal calon yang sudah ada pemberitahuan ke kami. Tanggal 28 Pasangan Novita Bulan dan Artya Fathra Marthin. Kemudian tanggal 29 Pasangan MANIS dan AVUN-JUAN,” ungkap Paulus.

KUTIM HANYA 2 PASANG

Kontestasi pilkada Kutim hanya menyisakan dua kandidat. Yakni pasangan Ardiansyah Sulaiman-Mahyunadi dan pasangan Kasmidi Bulang-Lulu Kinsu.

Pasangan Ardiansyah Sulaiman-Mahyunadi menjadi yang pertama mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutai Timur (Kutim).

Keduanya mendaftar Selasa (27/8/2024) lalu sekira pukul 11.00 Wita. Selain dikawal massa dan relawan, pasangan ini juga didampingi partai pendukung. Yaitu PKS 7 kursi, Perindo 1 kursi, Demokrat 6 kursi, dan Gerindra 3 kursi .

Termasuk pula partai non parlemen seperti Partai Garuda, PBB, PSI, Hanura dan Partai Ummat.

Sementara itu Rabu (28/8/2024) giliran pasangan Kasmidi Bulang-Lulu Kinsu yang mendaftar ke KPU Kutim. Mereka lebih dulu melakukan deklarasi sebelum berangkat ke Kantor KPU Kutim. Adapun partai pengusungnya antara lain NasDem 6 kursi, Golkar 7 kursi, Gelora 1 kursi, PDIP 3 kursi, PAN 2 kursi, PPP 4 kursi. Adapun partai non parlemen yang mendukung yakni Buruh dan PKB.

BONTANG

Empat Bapaslon Kota Bontang akan bertarung pada Pilkada Serentak 2024. yakni Basri Rase-Chusnis Dhihin, Neni Moerniaeni-Agus Haris, Najirah-Muhammad Aswar, dan Sutomo Jabir – Nasrullah

Pasangan Basri Rase – Chusnul Dhihin resmi mendaftar ke KPU, Rabu (28/8/2024) pukul 14.40 Wita. Kedatangan Basri Rase diiringi ribuan pendukungnya yang hadir langsung mengantarkan sampai ke depan pintu gerbang KPU Bontang.

Sebagai informasi, Basri-Chusnul maju Pilkada Bontang 2024 menempuh jalur independen dengan dukungan 14.073 KTP. Sementara ada dua partai non parlemen yang memberikan dukungan terhadap pasangan tersebut, yaitu Partai Buruh dan PPP.

Bapaslon Neni Moerniaeni-Agus Haris maju sebagai peserta Pilkada Kota Bontang dengan membawa dukungan dari 5 Parpol, yakni Partai Golkar, Gerindra, PKS, NasDem, dan PSI.

Sementara, pasangan Najirah-Muhammad Aswar mendapat dukungan partai pengusung seperti PDIP, Gelora, dan PAN.

Terakhir, Bapaslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, Sutomo Jabir – Nasrullah didukung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrat untuk maju bertarung pada pesta demokrasi di Kota Taman tersebut.

KUBAR DAN PPU

Diketahui, untuk pasangan di PPU ada Abdul Waris Muin, Andi Harahap-Donna Faroek, Desmon Hariman Sormin- Naspi Arsyad dan Hamdam Pongrewa-Ahmad Basir.

Kemudian untuk Kutai Barat: Frederick Edwin dan Nanang Adriani (FENA) H.Achmad Syaiful Acong dan Jainuddin. Sahadi dan Alexander Edmond.(ari, salsa, chandra, rizal, udin, iswanto, awal, ghatan, bayong, eko, rama/arie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *