Perlu Peremajaan Perlengkapan

Unit Pemadam Kebakaran BPBD Berau.

SEJUMLAH perlengkapan untuk menunjang kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, perlu dilakukan Peremajaan. Hal tersebut dinilai sangat penting dilakukan untuk menghadapi potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi di Bumi Batiwakkal.

Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Syarifatul Syadiah, meminta Pemkab Berau mendukung regenerasi peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terutama peralatan yang digunakan untuk pemadaman kebakaran.

“Peremajaan ini juga harus menjadi prioritas Pemkab Berau. Karena pekerjaan dari BPBD ini, juga menentukan keselamatan nyawa dan harta korban yang mengalami bencana, terutama ketika terjadi kebakaran,” kata Syarifatul, Selasa (11/6/2024).

Menurutnya, selain Sumber Daya Manusia (SDM), peralatan yang digunakan juga menjadi faktor utama dalam keberhasilan menangani suatu bencana. Apalagi musibah tidak bisa diprediksi, sehingga diperlukan kesiapan SDM dan peralatan penunjang yang mumpuni.

“Kalau peralatannya rusak atau tidak berfungsi dengan baik, itu akan menghambat respon cepat tim BPBD. Ini yang tidak kita inginkan terjadi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, mengungkapkan, sejumlah perlengkapan untuk menunjang kinerja BPBD Berau, bakal diremajakan melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) tahun 2024. Sejumlah perlengkapan yang perlu diremajakan diantaranya perlengkapan Search and Rescue (SAR) beserta armadanya, baik itu SAR darat maupun SAR air. Serta peralatan climbing.

“Kita memang butuh peremajaan beberapa perlengkapan, termasuk alat-alat pemadam kebakaran, tapi anggarannya di ABT,” ungkap Nofian Hidayat.

Dikatakannya, usia penggunaan perlengkapan damkar seperti selang air hanya sampai 2 tahun. Selebihnya selang-selang tersebut butuh diperbarui.

“Kalau equipment nozer dan kopling dapat digunakan hingga usia 3 tahun,” imbuhnya.

Dirinya berharap, pada ABT tahun ini seluruh perlengkapan yang diajukan BPBD Berau dapat direalisasikan, sehingga pada saat digunakan dalam pertolongan pertama bagi masyarakat tidak menemui kendala akibat perlengkapan yang kurang maksimal.

“Kami berharap di tahun depan semua perlengkapan yang lama sudah terganti semua,” pungkasnya. (RIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *