MEMASUKI tahun politik, situasi menjadi rentan tejadi konflik dan gesekan yang mengganggu keharmonisan hidup banyak orang. Hanya karena berbeda pilihan, bisa terjadi perselisihan yang tentu saja merugikan.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau tengah melalukan berbagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan sinergitas, terutama dalam mewujudkan situasi yang kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Berau.
Dirinya menyebut, peran dari Organisasi Masyarakat (Ormas) sebagai salah satu kelompok yang merepresentasikan masyarakat sangat diperlukan.
“Sebisa mungkin kita ciptakan suasana rukun dan damai dalam kehidupan bermasyarakat. Kita cegah segala bentuk potensi konflik dan perselisihan yang mungkin terjadi,” kata Said, Jumat (11/10/2024).
Said menjelaskan, Ormas sebagai ruang untuk menghimpun kepentingan anggotanya, bahkan sebagai salah satu pilar demokrasi.
“Kendati demikian, salah satu fungsi Ormas adalah turut berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban sosial,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah harus mampu memperluas partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan. Dengan demikian, pemerintah berkewajiban memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap pertumbuhan kehidupan sosial politik serta menciptakan iklim yang sehat bagi pertumbuhannya. Di sisi lain, kelompok masyarakat diharapkan menjadi mitra kerja bagi pemerintah, terutama sebagai penyambung dan penyeimbang roda pemerintahan.
“Pembinaan Ormas diharapkan bisa memberikan pemahaman akan tugas dan fungsi pokok ormas itu sendiri,” tuturnya.
Melihat banyaknya organisasi kemasyarakatan yang ada di wilayah Bumi Batiwakkal, maka menjadi sangat penting untuk menanamkan kesadaran bersama sebagaimana yang dituntut oleh sistem Demokrasi Pancasila dan menciptakan mekanisme yang dapat menjaga kestabilan politik.
“Namun, kita semua harus menyadari berbagai potensi konflik yang mungkin akan muncul pada saat tahapan Pilkada nanti, yaitu politik sara, politik identititas, hoaks, konflik antar pendukung, ujaran kebencian, dan sebagainya,” bebernya.
Oleh karena itu, menurutnya para pimpinan Ormas diharapkan mampu memberikan arahan kepada anggotanya untuk menghindari hal- hal tersebut.
“Terlebih dalam kebijakannya menggunakan media sosial yang sangat rentan menimbulkan konflik,” imbuhnya.
Selain itu, Ormas dan segenap komponen masyarakat juga diharapkan terlibat dalam mengawasi seluruh tahapan Pilkada dan menjadi pemilih yang cerdas, yang memilih sesuai visi misi, bukan politik uang.
“Saya juga megajak kepada kita semuanya, mari kita gunakan hak politik dengan sebaik-baiknya, namun jangan sampai mencerai- beraikan kita, apalagi sampai membuat ikatan persaudaraan kita menjadi retak,” tuturnya.
Selain itu, Said juga menginstruksikan pada lembaga dan instansi terkait yang berwenang dalam pembinaan Ormas di Kabupaten Berau, agar dapat memperkuat kualitas kelembagaan terkait pemantapan sistem tata laksana implementasi peraturan perundang-undangan tentang partai politik dan keormasan.
“Kembangkan budaya tertib hukum dalam kelembagaan partai politik, tingkatkan partisipasi kelembagaan masyarakat, dan kokohkan keterpaduan langkah antar pihak dalam pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Lanjut Said, ciptakan kesamaan persepsi antar pihak terhadap peranannya dalam penyelenggaraan pemerintahan, dan kembangkan ide serta gagasan untuk mendukung dan menyukseskan pembangunan daerah. Said sangat mengharapkan dukungan dan partisipasi dari seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Berau, untuk bersinergi menciptakan kondusivitas di Bumi Batiwakkal.
“Semoga kita dapat melewati tahun politik dengan tenang dan penuh kesejukan,” harapnya.
Dirinya juga mendorong peran aktif dari jajaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama seluruh perangkat terkait untuk senantiasa memberikan pembinaan, pendampingan, dan pemberdayaan kepada ormas dan komponen masyarakat lainnya.
“Agar kehidupan berbangsa dan bernegara di Kabupaten Berau dapat terlaksana sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Said juga berpesan, jadilah anggota Ormas yang cerdas dan bijak dalam bersikap. Meski terdapat perbedaan, namun jadikan perbedaan itu sebagai modal pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat.
“Jangan lihat betapa banyak perbedaan yang ada, tapi lihatlah kesamaan di dalamnya, yaitu kepentingan membangun Berau yang maju dan sejahtera,” pungkasnya. (RIZAL)












