KETUA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Berau, Madri Pani mengatakan Pemerintah Daerah (Pemda) perlu melihat potensi yang dihasilkan oleh setiap kampung di Kabupaten Berau. Hal tersebut bertujuan agar potensi yang dihasilkan masyarakat kampung tidak diambil oleh orang luar.
“Seperti terasi yang dihasilkan Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar,” ucapnya, Minggu (24/3/2024).
Menurutnya, perlu ada pembinaan agar nantinya material terasi bisa menjadi barang yang sudah dikemas dan mampu dijual dengan harga yang mahal.
“Seharusnya, Pemda menghidupkan kembali potensi yang bisa diserap melalui Perusahaan Daerah (Perusda), supaya pemasaran serta pemanfaatannya dapat terakomodir,” tuturnya.
“Jadi masyarakat yang menghasilkan material terasi itu bisa hidup bukan malah dimanfaatkan oleh orang dari luar,” tambahnya.
Madri mengungkapkan, potensi yang bisa dihasilkan dari material terasi sekitar 30 ton per enam bulan yang langsung dikirim ke Nusa Tenggara Barat. Tidak hanya itu, seperti lada, apabila lada mampu dijual dengan harga Rp 90 ribu per 1 Kg namun bila dikemas dengan baik maka akan mendapatkan keuntungan dua kali lipat.
“Itulah yang tidak pernah diinovasi dan diciptakan oleh suatu daerah kita,” ujarnya.
Dirinya menilai, apabila suatu daerah mampu menciptakan peluang yang berasal dari potensi hasil kampung, tentu itu akan menjadikan potensi pertumbuhan ekonomi pada masyarakat menjadi lebih sejahtera dan mandiri.
“Tentunya pertumbuhan ekonomi masyarakat kampung itu jadi lebih sejahtera dan mandiri,” tegasnya.
Madri berharap, agar nantinya Pemda segera merealisasikan dengan pengadaan pembangunan pabrik serta produksi kemasan terasi di kampung Buyung-buyung.
“Selama ini produksi terasi dari rumahan saja, jadi perlu adanya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan didukung peralatan yang mumpuni karena kita punya lahan dan bahan bakunya,” pungkasnya. (RIZAL)












