Perlindungan Wisatawan Masih Jadi PR karena Belum Memiliki Skema Perlindungan Berbasis Asuransi

Air Terjun Tembalang di Kampung Tepian Buah, Kecamatan Segah. (Dok. Nomorsatukaltim)

WISATAWAN yang memadati berbagai destinasi wisata di Kabupaten Berau saat musim libur panjang menyisakan pekerjaan rumah. Sebagian besar objek wisata di Bumi Batiwakkal diketahui belum memiliki skema perlindungan berbasis asuransi bagi pengunjung.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah Nawir mengatakan, meningkatnya jumlah kunjungan saat musim liburan tidak hanya berdampak pada layanan, tetapi juga menuntut kesiapan pengelola dalam menjamin keselamatan wisatawan.

“Di tengah tingginya kunjungan saat Lebaran, pengelola wisata tetap berupaya memberikan perlindungan maksimal kepada pengunjung, meski belum berbasis asuransi,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Hingga kini belum terdapat aturan khusus yang mewajibkan setiap destinasi wisata menyediakan asuransi bagi pengunjung. Di sisi lain, kebutuhan akan perlindungan dinilai semakin mendesak seiring tren peningkatan kunjungan setiap musim liburan. Upaya untuk menggandeng pihak asuransi sebenarnya telah dikaji. Namun skema tersebut belum dapat diterapkan karena dinilai kurang efektif, terutama dalam hal proses klaim yang membutuhkan waktu.

Sebagai alternatif, pengelola destinasi memilih langkah yang lebih praktis dengan menyisihkan sebagian pendapatan tiket masuk sebagai dana darurat. Skema ini digunakan untuk penanganan cepat jika terjadi insiden di lokasi wisata.

“Jadi kalau ada kejadian, bisa langsung ditangani tanpa harus menunggu proses administrasi yang panjang,” jelasnya.

Selain penanganan darurat, langkah pencegahan juga mulai diperkuat. Pengelola diminta memperketat standar operasional serta meningkatkan pengawasan, khususnya di titik-titik yang berpotensi menimbulkan risiko bagi pengunjung. Bahkan, sejumlah destinasi telah mulai melakukan pembenahan, seperti penambahan rambu peringatan dan penataan jalur aman bagi wisatawan. Selain itu, edukasi juga terus digencarkan agar pengunjung lebih memahami kondisi dan potensi bahaya di lokasi wisata.

“Contohnya di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih dan Air Terjun Tembalang. Di sana pengelola sudah mulai menata ulang sistem keselamatan, dan aktif memberikan edukasi kepada wisatawan terkait potensi bahaya supaya pengunjung bisa lebih waspada,” tambahnya.

Tidak hanya menyasar wisatawan, perlindungan juga mulai diarahkan kepada para pelaku wisata. Disbudpar Berau gencar memberikan sosialisasi kepada pengelola destinasi dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk mengikutsertakan pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Langkah tersebut penting untuk memberikan jaminan perlindungan kerja, terutama di tengah meningkatnya aktivitas pariwisata selama libur panjang,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *