Perbaikan Menunggu Administrasi Selesai

Kondisi Jalan Dinilai Bahayakan Pengendara

Jalan Teluk Bayur-Labanan Berau. / IST

RENTETAN kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Teluk Bayur–Labanan kembali menjadi perhatian. Jalur penghubung antar kawasan di Kabupaten Berau itu dalam beberapa waktu terakhir tercatat sebagai lokasi sejumlah insiden yang mengakibatkan korban luka hingga meninggal dunia.

Berdasarkan pantauan Disway Kaltim, secara umum kondisi jalan terlihat masih memadai, namun adanya lubang di beberapa bagian badan jalan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika pengendara melakukan manuver untuk menghindari kerusakan jalan secara mendadak.

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Berau, Junaidi, menjelaskan bahwa ruas Jalan Teluk Bayur–Labanan merupakan bagian dari jalan nasional yang menjadi kewenangan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Kalimantan Timur.

Pemerintah Kabupaten Berau telah berkoordinasi dengan BPJN agar dilakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi jalan, khususnya pada titik-titik yang dinilai rawan kecelakaan. Selain itu, permohonan resmi juga telah disampaikan agar penanganan ruas tersebut dapat diprioritaskan.

“Kami sudah melakukan koordinasi dan meminta agar ada pengecekan langsung di lapangan. Surat resmi juga telah kami sampaikan supaya ini menjadi perhatian,” ujar Junaidi, Rabu (7/1/2026).

Namun proses perbaikan jalan nasional tidak dapat dilakukan secara cepat. Penanganan harus melalui mekanisme koordinasi antar lembaga serta tahapan administrasi yang memerlukan waktu.

Sementara itu, Koordinator Lapangan BPJN untuk ruas Labanan–Tanjung Redeb batas Bulungan, Yatno, menyebutkan pada tahun anggaran 2026 pemerintah pusat mengalokasikan dana sekira Rp 36 miliar untuk pemeliharaan jalan nasional di wilayah Kabupaten Berau.

“Kami akan berupaya mengoptimalkan anggaran yang nantinya tersedia untuk kegiatan pemeliharaan dan perbaikan,” kata Yatno.

Meski terdapat keterbatasan anggaran, upaya perbaikan jalan tetap menjadi prioritas untuk mendukung keselamatan pengguna jalan dan kelancaran aktivitas di Kabupaten Berau.

“Proses perbaikan jalan akan dilakukan, tapi memang membutuhkan waktu karena masih menunggu tahapan administrasi,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *