Pengembangan Kebun Raya Bunda Hayati tak Pengaruhi Oksigen

Pengembangan Kebun Raya Bunda Hayati atas kerja sama Pemkab Bulungan dan BRIN.

TANJUNG SELOR, NOSAKALTARA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan bahwa pengembangan Kebun Raya Bunda Hayati Bulungan tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kadar oksigen secara global.

Meski demikian, BRIN tetap mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai langkah penting dalam pelestarian lingkungan dan konservasi keanekaragaman hayati lokal.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Pengembangan Kawasan Pusat Sains dan Kebun Raya BRIN, Suhendar dalam kunjungannya ke lokasi pengembangan Kebun Raya Bunda Hayati Bulungan, Jumat (14/5/2025).

“Sebenarnya pada pohon itu ada namanya fotosintesis. Selama proses fotosintesis, pohon menyerap karbon dioksida dari udara dan menghasilkan oksigen. Jadi tidak terlalu signifikan atas dampak pengembangan ini,” katanya.

Dia mengungkapkan, kawasan hijau seperti kebun raya memiliki manfaat ekologis. Sementara untuk pengaruhnya terhadap peningkatan kadar oksigen di atmosfer cukup kecil dibandingkan dengan hutan tropis.

“Nanti kan kita juga akan melakukan penanaman pohon-pohon endemik yang menjadi ciri khas Bulungan ini. Jadi pohon-pohon yang ada saat ini akan lebih banyak lagi ke depannya. Jadi ada lagi peningkatan oksigen yang dihasilkan dari pohon-pohon di sini,” jelas dia.

Pengembangan Kebun Raya Bunda Hayati Bulungan merupakan proyek kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bulungan dan BRIN, yang bertujuan untuk menjadi pusat konservasi flora endemik Kaltara serta lokasi edukasi dan rekreasi berbasis lingkungan.

Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, terus berkomitmen dalam membangun Kebun Raya Bunda Hayati Bulungan menjadi salah satu kawasan terpadu terintegrasi berbagai aktivitas, salah satunya aktivitas kebudayaan.

Lokasi dengan luas lahan kurang lebih 80 hektare, itu akan menjadi satu-satunya kebun raya di wilayah Kalimantan Utara. Pada kelanjutan pengembangannya, pemerintah akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 30 miliar melalui APBD 2025 untuk pembangunan infrastruktur dasar serta penataan di dalam kawasan.

“Insya Allah kita target selesai nanti di tahun 2026. Kita sudah koordinasikan dengan BRIN, dan pada launching di tahun depan akan dihadiri langsung oleh Kepala BRIN,” tutupnya. (Alan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *