Pendangkalan Alur Pelayaran tak kunjung ditangani Secara Optimal, Berampak pada Aktivitas Bongkar Muat di Pelabuhan Kayan I Tanjung Selor

Kapal barang yang bersandar di Pelabuhan Kayan I Tanjung Selor.-muhammad efendi/disway kaltim

Pendangkalan alur pelayaran di sungai Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) yang tak kunjung ditangani secara optimal, berampak pada aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Kayan I Tanjung Selor.

“Pendangkalan menyebabkan kapal kargo tidak dapat masuk dengan muatan penuh, bahkan sebagian memilih bongkar di pelabuhan lain sebelum melanjutkan perjalanan darat ke Tanjung Selor,” kata Ketua Koperasi Jasa TKBM Putera Rimba, Ding Mentan, Rabu (18/2/2026).

Berkurangnya muatan dan kapal barang yang masuk ke Tanjung Selor, pun diakui Ding Mentan turut berdampak pada pendapatan tenaga kerja bongkar muat.

Pemilik barang, ujar Ding Mentan, ada yang terpaksa memilih alternatif lain, baik melalui jalur darat langsung maupun melalui pelabuhan di Berau, Kalimantan Timur, sebelum masuk ke Bulungan.

“Penurunan aktivitas tersebut berimbas langsung pada kesejahteraan anggota (koperasi). Mengingat, ketergantungan tenaga kerja bongkar muat terhadap frekuensi dan kapasitas kapal yang masuk ke pelabuhan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Bulungan, Kilat, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap persoalan pendangkalan alur pelayaran maupun kawasan pelabuhan, yang sudah berlangsung cukup lama.

Menurutnya, pelabuhan memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi logistik dan perputaran ekonomi daerah. Karena itu, Pemkab Bulungan akan membahas secara internal langkah penanganan yang paling tepat.

“Pendangkalan ini berdampak pada berkurangnya muatan kapal yang masuk, dan ujungnya berpengaruh pada pendapatan tenaga kerja dan koperasi. Pemerintah sedang mencari solusi, agar fungsi pelabuhan kembali optimal,” ujar Kilat.

Ia menyebut, opsi penanganan seperti pengerukan akan dikaji lebih lanjut, dengan mempertimbangkan kondisi teknis dan kewenangan.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berharap upaya penanganan pendangkalan dapat memperlancar arus barang, menjaga aktivitas ekonomi pelabuhan, serta mendukung keberlangsungan usaha dan kesejahteraan tenaga kerja bongkar muat di Bulungan. (Muhammad Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *