Pemkab Bulungan Optimistis Target Investasi Terealisasi

Pembangunan kawasan industri di Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur. Foto: IST

TANJUNG SELOR, NOSAKALTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menargetkan realisasi investasi sebesar Rp 11 triliun.

Dalam laporan triwulan III 2024, realisasi investasi sudah mencapai Rp 8 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bulungan, Jahrah optimistis target tercapai, karena perekaman data investasi pada triwulan IV 2024 belum rampung.

Dia mengaku masih ada beberapa investor yang belum menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

“Kita cukup yakin bisa tercapai (target Rp 11 triliun),” ujar Jahrah, belum lama ini.

Besaran investasi Rp 11 triliun, menurutnya, merupakan target dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. Untuk itu, ia cukup optimis jika target itu akan tercapai.

Sementara itu, target yang diberikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) telah terlampaui.

“Kita optimis bisa tercapai semua. Kalau sudah ada laporan LKPM, akan kita sampaikan nanti, ” ujarnya.

LKPM yang sedang ditunggu DPMPTSP Bulungan dari sejumlah investor memuat berbagai informasi seputar investasi. Di antaranya, data realisasi investasi, sumber pembiayaan, penyerapan tenaga kerja hingga permasalahan yang dihadapi perusahaan.

“Ada berbagai sektor investasi kita di Bulungan. Mulai dari pertambangan, galian C, jasa konstruksi, pengembang perumahan dan berbagai jasa perdagangan,” ujarnya.

Meski begitu, beberapa kendala juga diakui Jahrah masih dialami pihaknya. Terutama beberapa investor yang masih dinilai kurang dalam memperhatikan untuk laporan LKPM.

Padahal, penyampaian LKPM secara berkala oleh penanam modal atau pelaku usaha, telah diberi kemudahan dalam menyampaikan perkembangan kegiatan usaha mereka secara daring.

“Sedangkan kita di daerah, terus lakukan pengawasan yang cukup ketat. Investor yang belum laporkan LKPM, kita kunjungi untuk sosialisasi. Supaya LKPM mereka bisa langsung dilaporkan ke Kementerian Investasi Hilirisasi/BKPM secara daring,” tutupnya. (ALAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *