Pemkab Berau Perlu Program SDI

UNTUK meningkatkan kualitas data sebagai bahan perencanaan dan pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melakukan penyusunan publikasi Berau dalam angka sekaligus pembinaan statistik sektoral.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Berau, Muhammad Said mengatakan, hal itu dinilai penting, mengingat indikator keberhasilan perencanaan dan pembangunan ditentukan oleh kualitas data yang digunakan dalam analisis penentuan strategi kebijakan penyelesaian masalah-masalah pembangunan.

“Seringkali kita menghadapi situasi ketika semakin banyak data, maka justru semakin banyak masalah. Masalah yang sebenarnya terjadi tidak hanya terletak dimana tempat kita menyimpan data, melainkan terletak pada data kita sendiri,” kata Said, Minggu (13/10/2024).

Untuk itu, diperlukan program Satu Data Indonesia (SDI), termasuk di Kabupaten Berau agar data yang ada bisa lebih tertata dan terintegrasi, serta bermanfaat.

“Pelaksanaan program SDI di Kabupaten Berau, tentunya memerlukan koordinasi, kolaborasi dan kerjasama yang baik, agar data-data yang tersedia ini akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses, dibagi dan dipakai,” jelasnya.

Sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019, dirinya mendorong Badan Pusat Statistik (BPS) Berau agar dapat memberikan bimbingan dan pendampingan, sehingga pelaksanaan program tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“Kami berharap, agar BPS Berau dapat senantiasa memberikan bimbingan dan pendampingan, sehingga pelaksanaan program ini dapat berjalan sebagaimana mestinya, sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019,” ungkapnya.

Said menyebut, Pemkab Berau memiliki komitmen kuat dalam melaksanakan SDI melalui Peraturan Bupati Berau Nomor 4 Tahun 2022, Tentang Satu Data Indonesia Kabupaten Berau.

“Data merupakan instrumen yang kuat dalam menentukan arah kebijakan pembangunan agar mampu menjadi solusi suatu permasalahan dan mempersiapkan kemajuan,” jelasnya.

“Ada pepatah yang mengatakan ‘data itu mahal harganya, tetapi akan lebih mahal lagi jika kita membangun tanpa data’,” tandasnya. (RIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *