MENJELANG Bulan Ramadan 1447 Hijriah, halaman Masjid Agung Baitul Hikmah Tanjung Redeb kembali disulap menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Pasar Ramadan yang akan mulai dibuka pada 19 Februari itu dipastikan diisi puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pengurus masjid mencatat seluruh lapak yang disiapkan telah terisi sebelum Ramadan dimulai. Antusiasme pedagang dinilai masih konsisten, terutama dari pelaku UMKM yang setiap tahun memanfaatkan momentum bulan puasa untuk berdagang aneka kebutuhan berbuka puasa.
Ketua Harian Pengurus Masjid Agung Baitul Hikmah Tanjung Redeb, KH M Kafrawi AD, mengatakan komposisi pedagang tahun ini relatif tidak banyak berubah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Yang ikut sebagian besar pedagang lama. Kalau pedagang baru, jumlahnya sangat sedikit, hanya satu atau dua,” ujar Kafrawi, Rabu (4/2/2026).
Untuk mendukung pelaksanaan Pasar Ramadan, Kahrawi menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sebanyak 39 tenda. Seluruh tenda tersebut dipastikan telah terisi karena proses pendaftaran pedagang telah dibuka sejak jauh hari.
Setiap pedagang akan dikenakan biaya pemanfaatan tenda sebesar Rp 2,5 juta untuk masa operasional selama satu bulan. Kafrawi menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari pola pengelolaan masjid yang dijalankan secara mandiri. Menurutnya, penyelenggaraan Pasar Ramadan tidak hanya ditujukan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memakmurkan masjid selama bulan suci.
“Pasar Ramadan mulai beroperasi setiap hari selepas waktu Dhuhur. Pengaturan jam ini kami sesuaikan agar pedagang memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan menu berbuka puasa,” kata Kafrawi.
Selain melibatkan pelaku UMKM, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga turut ambil bagian dengan menyediakan 10 lapak pedagang kaki lima serta 10 meja tambahan. Keterlibatan Baznas diharapkan dapat memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat. (MAULIDIA AZWINI)












