Mutu Proyek Harus Terjaga

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas

PEMERINTAH Kabupaten Berau terus mempercepat realisasi anggaran menjelang akhir tahun. Hingga akhir November, serapan belanja daerah tercatat baru berada di kisaran 60 persen.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menjelaskan bahwa angka tersebut bukan disebabkan oleh keterlambatan pelaksanaan program. Menurutnya, sebagian besar kegiatan fisik saat ini masih berjalan, sehingga pembayaran belum dapat dilakukan sepenuhnya.

“Serapan kita masih 60 persen karena kegiatannya sedang berjalan. Setelah kegiatan selesai, barulah mereka dibayar,” ujar Sri Juniarsih, Senin (1/12/2025).

Menurutnya, dana yang masih tersimpan di bank saat ini memang dialokasikan untuk membayar pekerjaan yang tengah berproses. Beberapa kontraktor juga memilih menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu sebelum mengajukan pencairan.

“Mereka sebenarnya bisa ambil DP dulu, tapi banyak yang memilih mengerjakan dulu baru dibayar. Jadi bukan serapan tidak maksimal, hanya saja pekerjaannya sedang berproses,” katanya.

Di tengah percepatan itu, Sri Juniarsih memberi perhatian serius terhadap kualitas pekerjaan kontraktor. Ia menekankan bahwa percepatan realisasi anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pembangunan.

Orang nomor satu di Bumi Batiwakkal ini mengingatkan bahwa seluruh hasil pekerjaan akan melalui pemeriksaan ketat, termasuk oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Standar teknis seperti ketebalan jalan, struktur bangunan, dan spesifikasi material wajib dipenuhi.

“Saya meminta seluruh kontraktor memperhatikan kualitas pekerjaannya. Jangan sampai ingin margin tebal, kemudian kualitasnya tidak maksimal,” tegasnya.

Pemeriksaan BPK akan menilai seluruh detail pekerjaan. Jika ditemukan kekurangan, hal itu dapat berdampak pada koreksi nilai maupun tindak lanjut lain dari auditor. Sementara itu, pemerintah daerah tetap melakukan pengawasan berkala untuk memastikan mutu pekerjaan sesuai kontrak.

“Yang penting pekerjaan sesuai standar. Pembangunan itu untuk masyarakat, jadi harus maksimal,” pugkansya. (MAULIDIA AZWINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *