Misteri TPPU Direktur Persiba

Kendaraan-kendaraan mewah Direktur Persiba Catur Adi, yang diamankan terkait kasus TPPU.

Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat Direktur Persiba, Catur Adi masih misteri, belum diungkap jelas oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Meski demikian, sejumlah kendaraan mewah telah diamankan.

POLDA Kaltim, menyatakan dugaan TPPU dan narkotika yang kini menjerat Direktur Persiba, Catur Adi,  telah ditangani Bareskrim Mabes Polri. Seperti yang disampaikan Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Yuliyanto.

Diterangkannya, bahwa peristiwa penangkapan beberapa waktu lalu di Balikpapan bermula dari informasi mengenai dugaan peredaran narkotika di salah satu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Kalimantan Timur, tepatnya di Lapas Kelas IIA Balikpapan.

Pemeriksaan terhadap petugas Lapas dalam kapasitas sebagai saksi pun juga telah dilakukan. “Karena locus delicti-nya terjadi di Lapas, maka baik petugas sipir maupun pejabat Lapas diperiksa sebagai saksi. Hal ini dilakukan untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi di lokasi tersebut,” ungkapnya, Selasa (11/3/2025).

Lanjut Yuliyanto, hasil pemeriksaan masih dalam proses untuk menentukan dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu.

“Kita masih menunggu hasil penyidikan untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam peristiwa ini,” tambahnya.

Dari hasil razia yang dilakukan oleh Mabes Polri di Lapas, ditemukan barang bukti berupa 69 gram narkotika. Sebelumnya, informasi awal yang diperoleh menyebutkan adanya peredaran sekitar 3 kilogram narkotika, namun Kabid Humas menegaskan, angka tersebut tidak pasti karena berdasarkan informasi awal dan kini tahap penyelidikan lebih lanjut oleh Mabes Polri.

“Barang bukti yang ditemukan ini terkait dengan kasus TPPU dan menjadi fokus penanganan oleh Mabes Polri,” jelas Kombes Pol Yuliyanto.

Sejauh ini, sembilan orang tersangka yang berstatus narapidana telah teridentifikasi dalam kasus ini.

Dari pantauan, sejumlah barang bukti telah diamankan di Polda Kaltim. Deretan kendaraan mewah yang kini berada di bawah pengawasan ketat Polda Kaltim tersebut, antara lain: Satu unit Honda Freed berkelir putih, Toyota Alphard yang juga berwarna putih, Mustang dengan warna abu-abu, Lexus S 430 berwarna merah, Honda Civic Type R yang sporty, Honda Scoopy berwarna hijau tua, dan,Vespa Matic Piaggio berwarna putih.

Diberitakan sebelumnya bahwa Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri telah berhasil menangkap Catur, selaku Direktur Persiba Balikpapan, atas dugaan peredaran narkoba di wilayah Kalimantan Timur, Sabtu (8/3/2025).

Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mukti Juharsa mengonfirmasi hal tersebut dan membeberkan bahwa peran Catur adalah sebagai bandar narkoba di Kalimantan Timur. Dan penangkapan ini, tutur Brigjen Pol Mukti, merupakan hasil investigasi bersama antara Subdit 5 Bareskrim, Polda Kaltim, dan Lapas Kelas 2A Balikpapan.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa kasus ini terungkap setelah Lapas Balikpapan melakukan razia pada 27 Februari 2025. “Razia dilakukan setelah adanya informasi terkait peredaran narkoba di dalam lapas. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu yang awalnya diperkirakan seberat 3 kg, namun yang berhasil diamankan hanya 69 gram dari sembilan tersangka,” ungkap Brigjen Pol Mukti dalam keterangan resminya di Mabes Polri Jakarta, Senin (10/3/2025).

Brigjen Pol Mukti mengungkap, bahwa dari keterangan para tersangka yang berjumlah 9 orang, Catur mengendalikan peredaran narkoba di Lapas Kelas 2A Balikpapan melalui tersangka berinisial E, yang berperan sebagai pengendali sekaligus bendahara.

Menurut penyelidikan, lanjutnya, E bertugas mengatur pemasukan uang hasil penjualan narkoba, yang kemudian diteruskan ke tersangka selanjutnya yang berinisial D.

“Dari D, uang tersebut mengalir ke K dan R, yang rekeningnya dikuasai oleh C. Selain itu, sembilan tersangka lainnya, yaitu S, J, S, A, A, B, B, dan F, bertindak sebagai penjual di dalam Lapas,” terang Brigjen Pol Mukti.

Menurut keterangannya, kasus ini juga mengarah pada dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), yang saat ini sedang didalami oleh Subdit 5 Bareskrim.

“Sesuai perintah Kapolri dan Kabareskrim, bandar narkoba wajib dimiskinkan. Kami akan menelusuri aliran dana yang terlibat,” tambah Brigjen Pol Mukti.

Catur juga diketahui sudah menjalankan praktik ini sejak lama. Pada Januari 2025, ia bahkan mendatangi E untuk menunjuknya sebagai pengendali dalam jaringan ini.  Adapun modus operandi yang digunakan, yakni melibatkan transaksi keuangan melalui beberapa rekening, yang kini sedang ditelusuri oleh penyidik.

“Saat ini, Polda Kaltim menangani kasus tindak pidana narkotikanya, sementara dugaan TPPU ditangani oleh Subdit 5. Polisi terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” pungkas Brigjen Pol Mukti.

PASTIKAN TAK BERKAITAN PERSIBA

Menanggapi tertangkapnya Direktur Persiba, pihak manajemen angkat bicara melalui pengumunan di akun media sosialnya.

“Menanggapi pemberitaan yang tersebar di berbagai media terkait salah satu anggota manajemen Persiba Balikpapan pada musim lalu (Liga 3) yang kini tengah menjalani proses hukum”, tulisnya.

Dengan ini kami menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan masalah pribadi yang tidak ada kaitannya dengan Persiba Balikpapan.

Persiba Balikpapan menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang untuk menangani perkara tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena hal tersebut bukan bagian dari tugas atau fungsi yang bersangkutan dalam struktur klub, Persiba Balikpapan tidak akan ikut serta dalam proses tersebut.

Kami juga menegaskan bahwa situasi ini tidak mengganggu ataupun mempengaruhi fokus dan arah tim dalam mempersiapkan diri menyambut kompetisi Liga 2.

Persiba Balikpapan tetap fokus menjalankan program yang telah dirancang sebagai bagian dari komitmen menuju musim baru. Seluruh elemen klub yaitu pemain, staf pelatih, dan jajaran internal tetap solid dan ber-komitmen penuh menatap musim mendatang dengan semangat yang tinggi.

Sebagai bagian dari langkah pembenahan dan kesiapan menghadapi Liga 2, Persiba Balikpapan juga akan melakukan perubahan dalam struktur manajemen.

Hal ini merupakan bagian dari komitmen klub untuk terus berbenah dan membangun fondasi yang lebih kuat, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Dukungan dan kepercayaan dari masyarakat serta para pendukung Persiba Balikpapan adalah kekuatan besar bagi kami untuk terus melangkah maju.

Kami berharap publik dapat menyikapi situasi ini dengan bijak, dan terus memberikan dukungan kepada tim dalam menyongsong kompetisi yang akan datang.

“Demikian pernyataan ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab informasi kepada publik dan seluruh pihak yang peduli terhadap Persiba Balikpapan,” tutupnya. (Chandra/disway.id/arie)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *