KOMITE Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Berau mulai meningkatkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, menyusul kepastian sejumlah Cabang Olahraga (Cabor) yang akan ambil bagian setelah lolos dari tahap kualifikasi Pra Porprov.
Ketua KONI Kabupaten Berau, Taupan Madjid, mengungkapkan total ada 52 cabang olahraga yang akan mewakili daerah pada ajang tersebut. Saat ini, proses persiapan difokuskan pada peningkatan kualitas latihan dan kesiapan fisik maupun mental para atlet.
“Seluruh cabor yang lolos kini sudah masuk tahap pembinaan intensif. Ini menjadi momentum penting untuk memaksimalkan potensi atlet yang kita miliki,” ujarnya, Jumat 5 April 2026.
Ia menilai, keberhasilan meloloskan puluhan cabang olahraga menjadi gambaran bahwa Berau memiliki sumber daya atlet yang cukup kompetitif. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa persaingan di tingkat provinsi tidak akan mudah karena setiap daerah akan menurunkan kekuatan terbaiknya. Karena itu, setiap pengurus cabang olahraga didorong untuk menyusun strategi yang lebih terarah, termasuk memperbanyak uji tanding guna mengasah kemampuan atlet.
“Persaingan di Porprov pasti ketat. Kita tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan yang ada, tetapi juga harus memperkuat mental dan pengalaman bertanding,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa target yang diusung pihaknya tidak hanya sekedar berpartisipasi, melainkan mampu meraih hasil optimal dengan mengumpulkan medali sebanyak mungkin. Untuk mencapai itu, dibutuhkan dukungan yang konsisten, terutama dari pemerintah daerah.
“Kami ingin memberikan hasil terbaik dan membawa pulang medali. Kesempatan ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh atlet,” tegasnya.
Menurutnya, kebutuhan pembinaan atlet tidak hanya soal latihan rutin, tetapi juga mencakup pemenuhan fasilitas, program try out, hingga dukungan anggaran yang memadai. Taupan juga mengingatkan bahwa di balik proses persiapan menuju Porprov 2026, terdapat komitmen kuat dari para atlet yang berjuang membawa nama daerah dengan segala pengorbanan.
“Upaya mereka yang mencurahkan waktu dan tenaga, bahkan harus berpisah sementara dengan keluarga demi latihan dan pertandingan, sudah sepatutnya mendapat perhatian lebih serius,” tutupnya. (MAULIDIA AZWINI)












