Tiga daerah di Kalimantan Timur (Kaltim), menjadi daerah paling tinggi investasi pertaniannya. Yakni Kutai Timur (Kutim), Kutai Barat (Kubar), dan Kabupaten Berau.
——————————————————————
Realisasi investasi sektor pertanian dalam arti luas di Provinsi Kalimantan Timur hingga triwulan III 2025 mencapai Rp8,97 triliun. Nilai tersebut berasal dari subsektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan yang tersebar di sembilan kabupaten/kota.
Kepala DPMPTSP Kaltim, Fahmi Prima Laksana, mengatakan investasi sektor pertanian tersebut bersumber dari PMDN dan PMA. Namun secara struktur, PMDN masih mendominasi nilai investasi yang masuk sepanjang Januari hingga September 2025.
“Nilai investasi sektor pertanian hingga triwulan III 2025 mencapai Rp 8,97 triliun, berasal dari PMDN dan PMA,” kata Fahmi Kamis, (15/1/2026).
Dari sepuluh kabupaten/kota di Kaltim, hanya Kota Bontang yang tidak mencatat investasi pada subsektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan. Hal itu disebabkan struktur ekonomi Bontang yang lebih bertumpu pada sektor industri dan jasa.
Untuk PMDN, total investasi sektor pertanian mencapai Rp7,21 triliun. Adapun, Kabupaten Kutai Timur menjadi daerah dengan realisasi tertinggi sebesar Rp1,99 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp1,26 triliun. Kabupaten Kutai Barat menyusul dengan nilai Rp1,57 triliun, sementara Kabupaten Berau mencatatkan Rp1,36 triliun, melonjak tajam dari tahun sebelumnya yang hanya Rp263,9 miliar.
Kabupaten Kutai Kartanegara juga mencatat peningkatan investasi PMDN sektor pertanian sebesar Rp826,8 miliar, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp699,77 miliar.
Sementara itu, investasi PMA sektor pertanian hingga triwulan III 2025 tercatat Rp1,76 triliun. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp4,2 triliun. Namun Fahmi menegaskan, data tahun 2025 belum final karena realisasi triwulan IV masih dalam proses penghitungan.
“Untuk PMA tahun 2025 ini memang belum final, karena masih ada data triwulan IV yang belum masuk,”bebernya.
Kendati demikian, Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi daerah dengan realisasi PMA sektor pertanian terbesar, yakni Rp606,07 miliar, meskipun turun dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Berau mencatat Rp426,87 miliar, meningkat dibandingkan 2024. Sementara Kutai Timur dan Kutai Barat masing-masing mencatat Rp297,63 miliar dan Rp246,51 miliar.
Secara keseluruhan, total investasi yang masuk ke Kalimantan Timur hingga triwulan III 2025 mencapai Rp70,43 triliun. Nilai tersebut berasal dari PMDN sebesar Rp55,9 triliun dan PMA sebesar Rp14,53 triliun. Dengan capaian itu, Kaltim berada di peringkat enam nasional realisasi investasi.
Adapun, Lima provinsi dengan realisasi investasi tertinggi secara nasional adalah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Banten. Meski berada di peringkat enam, Fahmi optimistis target investasi Kaltim sepanjang 2025 sebesar Rp76,02 triliun dapat tercapai.
Menurutnya, keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) turut memberikan dampak positif terhadap iklim investasi di Kaltim, baik melalui proyek pembangunan langsung maupun proyek strategis nasional di wilayah penyangga.
“Yang menjadi kunci pertumbuhan ekonomi daerah adalah investasi. Semakin besar investasi yang masuk, semakin besar pula dampaknya bagi masyarakat dan daerah. Oleh karena itu kita mendukung segala investasi yang bermanfaat bagi peningkatan ekonomi daerah,” pungkasnya. (MAYANG/arie)












