Pemerintah Kabupaten Bulungan memastikan kelompok rentan terlibat dalam perencanaan pembangunan, melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Jaring Aspirasi Inklusi (Musrenbang Jari).
Dikatakan Bupati Bulungan, Syarwani, pelibatan kelompok rentan seperti lanjut usia, forum anak hingga penyandang disabilitas, itu agar kebutuhan mereka dapat dihimpun secara lebih terarah, sebelum masuk pembahasan di tingkat kabupaten.
Pendekatan tersebut, lanjutnya, dilakukan agar partisipasi masyarakat tidak bersifat simbolis, melainkan benar-benar menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program kerja daerah.
“Kami ingin memastikan kelompok rentan memiliki ruang yang setara dalam menyampaikan kebutuhan mereka,” ujar Syarwani, Senin (2/3/2026).
Hasil penjaringan dari kelompok rentan tersebut, selanjutnya akan diselaraskan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Dalam penyusunannya, pemerintah daerah tetap memadukan usulan masyarakat dengan arah kebijakan strategis dan kemampuan fiskal. Setiap usulan diprioritaskan berdasarkan kebutuhan mendesak serta dampaknya bagi masyarakat luas.
“Kita harus membedakan mana kebutuhan riil dan mana sekadar keinginan. Program yang dipilih harus tepat sasaran dan sesuai kapasitas anggaran,” kata kata Syarwani.
Pemkab Bulungan menilai pola ini menjadi bagian dari pembaruan mekanisme musrenbang, agar tidak berhenti sebagai agenda rutin tahunan, melainkan menghasilkan perencanaan yang lebih inklusif dan terukur. (Muhammad Efendi)












