RIBUAN warga di Kabupaten Berau merayakan Idulfitri dengan kondisi yang jauh dari kata nyaman. Sejak lebih dari seminggu lalu, sembilan desa di empat kecamatan masih terendam banjir yang belum menunjukkan tanda-tanda surut. Kombinasi curah hujan tinggi dan pasang air laut yang ekstrem menjadi faktor utama yang memperparah situasi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur, Agustianur menyebut bahwa puncak pasang air laut terjadi pada Senin (31/3/2025), memperparah genangan air di sejumlah wilayah. Situasi tersebut membuat banyak warga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk persiapan Idulfitri.
“Kami memahami betapa sulitnya kondisi ini, apalagi di tengah perayaan Lebaran yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan bagi semua. Namun, faktor alam memang tidak dapat kita hindari,” ujar Agustianur.
Banjir melanda Desa Tumbit Melayu dan Labanan Makarti di Kecamatan Teluk Bayur; Desa Inaran, Bena Baru, Tumbit Dayak, Long Lanuk, dan Pegat Bukur di Kecamatan Sambaliung; Desa Merasa di Kecamatan Kelay; serta Bukit Makmur di Kecamatan Segah.
Beberapa desa tersebut memang mengalami banjir tahunan, namun kali ini dampaknya lebih luas dan proses surutnya air jauh lebih lama dari biasanya. Pihaknya pun terus melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Berau untuk memastikan langkah-langkah penanganan berjalan optimal.
“Kami terus mengevaluasi situasi dan berupaya mengatasi banjir ini secepat mungkin,” tambah Agustianur.
Sejak awal bencana, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah mengirim berbagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.Bantuan yang diberikan meliputi selimut, velbed, kasur lipat, tenda pengungsi, serta 400 paket bahan makanan dari Dinas Sosial Kaltim.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar warga yang terdampak tetap mendapatkan kebutuhan dasar mereka, terutama di tengah momen Lebaran ini,” jelas Agustianur.
Kendati banjir masih melanda beberapa wilayah, pemerintah Kabupaten Berau belum menetapkan status darurat bencana. Namun, BPBD Kaltim memastikan tetap siaga dan terus menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat.
“Kami selalu siap jika ada penetapan darurat bencana dan akan segera berkoordinasi dengan BNPB jika diperlukan,” pungkasnya. (SALSABILA)












