PASANGAN Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Berau, Sri Juniarsih Mas dan Gamalis (SraGam) melanjutkan kampanye ke Pulau Maratua. Masyarakat di pulau terluar Kabupaten Berau itu bersemangat dan antusias mendengarkan visi misi pasangan petahana tersebut.
Sri Juniarsih Mas tidak henti-hentinya meyakinkan warga agar turut serta mengikuti pesta demokrasi yang akan di gelar pada tanggal 27 November 2024 mendatang dengan memilih calon pemimpin yang tepat.
Paslon nomor urut 2 ini disambut hangat oleh warga Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua pada Sabtu (2/11/2024) malam.
Dalam orasinya, Sri menyampaikan komitmen untuk melanjutkan dan menuntaskan program-program pembangunan di Kabupaten Berau dengan fokus pada pembangunan Infrastruktur khususnya jalan dan penerangan jalan umum, pengembangan pariwisata, menyediakan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), peningkatan UMKM, layanan BPJS untuk nelayan, jaringan listrik dan pendidikan.
“Kami percaya bahwa dengan dukungan masyarakat, kita bisa membuat Kabupaten Berau lebih maju. Kami juga berkomitmen untuk memastikan seluruh warga mendapatkan layanan yang layak,” kata perempuan yang akrab disapa Umi ini.
Ia mengungkapkan, bagi seorang pemimpin, entah itu presiden, gubernur ataupun bupati, idealnya menjabat 5 tahun. Namun, dirinya yang hanya menjabat selama kurang lebih 3,5 tahun dapat melaksanakan 18 program yang telah dijanjikan.
“Tidak ada kampung yang tidak tersentuh dengan pembangunan, tetapi ada yang sudah maksimal, ada juga yang masih dalam progres, ini hanya masalah waktu. Sepanjang sejarah, baru kali ini ada bupati di beberapa kabupaten se-Indonesia itu menjabat hanya 3 tahun setengah dan tidak ada program yang kami tawarkan itu terlewatkan. 18 program yang kami tawarkan kepada masyarakat itu semua tertunaikan dan terlaksana,” ungkapnya.
Menurutnya, waktu 3,5 tahun adalah waktu yang sangat singkat untuk bergerak maksimal. Tetapi, 18 program itu bisa berjalan dengan baik.
“Tetapi itu harus dilanjutkan, disempurnakan, dan dituntaskan,” tuturnya.

Dikatakannya, Maratua adalah salah satu objek pariwisata unggulan selain Pulau Derawan yang sekarang dibanggakan. Untuk itu, ia menekankan akan terus mengembangkan dan meningkatkan fasilitas di Pulau Maratua agar menarik lebih banyak wisatawan.
“Masukan lagi buat Maratua, tepian pantai yang sudah Bapak Ibu buat ini, sudah cantik sekali. Itu yang harus dipertahankan. Supaya tamu-tamu yang datang akan datang lagi, datang lagi, dan datang lagi,” ujarnya.
Ia mengingatkan, tempat wisata jangan dikotori dengan sampah. Masyarakat harus sadar bahwa Maratua adalah mutiara yang indah, yang harus dijaga dan harus bebas dari sampah.
“Malu dong kalau misalnya ada tamu, apalagi tamu dari luar negeri yang datang dari Jerman misalnya, tiba-tiba pungut-pungut sampah kita. Itu orang luar loh, kita yang punya tempat tidak peduli dengan tempat kita sendiri,” tegasnya.
Dirinya juga menyinggung pembangunan yang selama ini telah dilakukan, jalan penghubung empat kampung yang ada sekarang kondisinya sudah baik 100 persen, dan sekarang juga sedang progres penerangan jalan umum.
“Penerangan lampu jalan, kalau dulu saya sering lihat ini belum ada lampu jalan, orang naik motor lampunya di kening. Sekarang sedang progres. Ada 108 titik penerangan jalan umum yang akan dipasang di Maratua, di 4 kampung seluruhnya,” bebernya.
Selanjutnya, dirinya bersama Ketua Nelayan Provinsi Kaltim, akan membuat SPBN, minyak khusus untuk nelayan, rekomendasi SPBN tersebut berada di tangan bupati.
“Minyak untuk nelayan, tidak untuk mobil-mobil, bukan. Bukan untuk petani juga. Ini SPBN untuk nelayan,” ujarnya.
Hal ini untuk menunjukkan bahwa dirinya sangat serius dan perhatian kepada seluruh nelayan yang ada di Kabupaten Berau, termasuk yang ada di Maratua.
“Kalau saya tidak peduli dengan nelayan, tidak saya kasih rekom ketua nelayan Provinsi Kaltim.Tetapi, karena peduli dengan nelayan, saya cepat berikan rekomendasi, supaya nelayan bisa beli BBM dengan harga yang murah,” ujarnya.
“Bahkan, para nelayan juga kami berikan BPJS. Program yang ada, sudah kami laksanakan dan realisasikan. Ini bentuk perhatian kami kepada masyarakat untuk memudahkan mata pencahariannya,” ujarnya.
Selain itu, UMKM yang ada harus dimaksimalkan. Karena setiap tamu-tamu yang datang ke Maratua, pasti cari oleh-oleh dari Maratua.
“Ibu-ibu kalau ingin dibantu alat, harus ada kelompok UMKM. 15 sampai 20 orang maka akan dibantu melalui Diskoperindag,” imbuhnya.
Terkait infrastruktur listrik, kata Sri, sekarang tiga kampung sudah merasakan listrik 24 jam.
Tinggal satu kampung lagi, yaitu Kampung Teluk Alulu.
“Insyaallah, bulan Desember juga sudah masuk listrik 24 jam,” imbuhnya.
Sektor pendidikan, juga menjadi perhatian Sri Juniarsih. Ia menekankan, agar anak-anak harus bisa mengenyam pendidikan yang baik. Adapun beberapa bantuan dan perbaikan bangunan sekolah sudah ia lakukan.
“Demikian juga dengan Beasiswa. Beasiswa ini ada beasiswa cerdas dan beasiswa tidak mampu. Itu sudah dilakukan, plus laptop gratis untuk guru TK, SD dan SMP. Itu program yang kemarin. Tapi tetap akan kami laksanakan selanjutnya dan kami sempurnakan,” pungkasnya. (RIZAL/ADV)












