Lakukan Mitigasi Bencana

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat.

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau terus melakukan upaya mitigasi terhadap berbagai bencana alam yang berpotensi terjadi di Kabupaten Berau, termasuk terjadinya tsunami di kawasan pesisir Berau.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat mengatakan, potensi tsunami akibat Megathrust di Utara Sulawesi tentu menjadi perhatian masyarakat, khususnya yang tinggal di pesisir selatan.

“Saat ini, kami juga sudah melakukan berbagai mitigasi untuk mengurangi risiko terjadinya bencana, seperti menyiagakan personel di seluruh kecamatan, terkecuali Kecamatan Maratua,” kata Nofian Hidayat, Minggu (25/8/2024).

Disampaikannya, apabila ada tanda-tanda alam, seperti gempa, air laut surut dengan cepat, hewan lari ke dataran lebih tinggi, maka petugas BPBD di masing-masing kecamatan langsung menghidupkan sirine.

“Kemudian, mengevakuasi masyarakat ke tempat yang lebih tinggi. Dan titik kumpulnya (Assembly point) di posko BPBD masing-masing kecamatan,” ujarnya.

Diakui Nofian, saat ini juga sudah terpasang alat deteksi gempa yang ada di tengah laut dan di gunung.

“Alat tersebut secara otomatis memberikan informasi yang cepat, tepat dan akurat. Pesan akan disiarkan melalui pesan singkat langsung ke telpon seluler masyarakat,” katanya.

Ia juga menyampaikan, informasi potensi tsunami di kawasan pesisir selatan maupun utara Berau sejauh ini tidak membuat kepanikan di tengah masyarakat. Hanya saja, banyak warga yang penasaran dengan informasi yang beredar.

“Kalau panik, sepertinya tidak. Tapi lebih kepada penasaran dan ingin tahu, terutama di Bidukbiduk. Apalagi setiap kali terjadi gempa, getarannya sampai Berau,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Mitigasi bencana merupakan upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

Adapun tujuan mitigasi bencana adalah mengurangi dampak yang ditimbulkan, khususnya bagi penduduk, sebagai landasan (pedoman) untuk perencanaan pembangunan, meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi serta mengurangi dampak/risiko bencana, sehingga masyarakat dapat hidup dan bekerja dengan aman. (RIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *