Keterbatasan Fasilitas Jadi Kendala Utama yang Dihadapi Para Atlet Basket Berau

Lapangan outdoor basket di Kabupaten Berau.

BERAU, NOSAKALTARA – Antusiasme atlet serta pembinaan cabang olahraga (cabor) basket di Kabupaten Berau terus menunjukkan tren positif.

Namun, pesatnya pertumbuhan tersebut belum diimbangi dengan ketersediaan sarana dan prasarana (sapras) yang memadai, khususnya lapangan basket yang representatif dan sesuai standar pertandingan.

Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Berau, Yunn Lee, mengatakan, keterbatasan fasilitas menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi para atlet saat ini.

“Karena kita lihat perkembangan di Berau ini untuk anak-anak basket sangat besar. Cuma tidak dibarengin dengan sarana dan persarana yang memadai,” kata Yunn, Senin (2/2/2026).

Ia mengungkapkan, hingga kini Kabupaten Berau belum memiliki lapangan basket indoor yang representatif.

Kondisi tersebut membuat atlet-atlet basket Berau harus berlatih dan bertanding di lapangan outdoor, yang dinilai kurang ideal jika dibandingkan dengan standar kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

“Di Berau ini belum ada sarana lapangan yang representatif. Akibatnya, atlet-atlet kita tidak terbiasa karena bermainnya di outdoor. Ini yang pada akhirnya bisa melemahkan semangat atlet-atlet yang ada di Berau,” ungkapnya.

Menurutnya, perbedaan kondisi lapangan ini cukup berpengaruh terhadap performa atlet saat mengikuti kejuaraan di luar daerah.

Adaptasi terhadap lapangan indoor sering kali menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi atlet yang sehari-hari terbiasa berlatih di lapangan terbuka.

“Kami sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah terkait pembangunan fasilitas olahraga basket yang layak,” harapnya.

Ia menilai, lapangan indoor penting tidak hanya untuk menunjang prestasi atlet, tetapi juga untuk menjaga konsistensi pembinaan jangka panjang.

“Kami juga sangat menginginkan adanya lapangan yang representatif. Dengan begitu, ketika ada event tidak terpengaruh cuaca, sehingga event-event bisa terjadwal dengan baik dan latihan pun bisa maksimal,” ujarnya.

Selain itu, keberadaan lapangan indoor juga diyakini dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan turnamen basket di Berau.

Event-event yang digelar akan berjalan lebih optimal tanpa kendala hujan maupun panas ekstrem.

“Kalau sarana sudah memadai, event-event basket juga dapat berjalan dengan baik dan maksimal. Ini tentu berdampak positif bagi atlet maupun perkembangan basket di Berau secara keseluruhan,” tuturnya.

Sebagai upaya konkret, Perbasi Berau telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak.

Saat ini, pihaknya telah berkomunikasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Berau terkait pencarian lahan yang memungkinkan untuk pembangunan lapangan basket indoor.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Dispora Berau untuk pencarian lahan, begitu juga dengan KONI Berau. Kami juga akan meminta bantuan perbasi pusat untuk mencari solusi masalah gedung olahraganya. Harapannya, ke depan ada solusi nyata untuk kebutuhan fasilitas basket ini,” pungkasnya. (RIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *