PR BERAT JALAN MAHULU
Satu ruas panjang jalan di Mahakam Ulu (Mahulu), yakni Tering menuju Ujoh Bilang ditargetkan tuntas 2027. Setelah itu, pemerintah masih punya pekerjaan rumah yang banyak soal jalan lainnya.
———————————–
Pembangunan ruas jalan Tering menuju Ujoh Bilang di Kabupaten Mahakam Ulu, masih menyisakan pekerjaan cukup panjang. Keterbatasan anggaran disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi percepatan penyelesaian proyek tersebut.
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur Ekti Immanuel mengungkapkan, dari total panjang jalan sekira 135 kilometer, masih terdapat puluhan kilometer ruas yang belum ditingkatkan.
“Masih ada kekurangan sekira 33 kilometer yang belum ditingkatkan. Untuk provinsi kurang lebih 13 kilometer, sedangkan sekira 20 kilometer itu ditangani APBN,”ujar Ekti, Rabu, (25/3/2026).
Ia mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman seperti Mahakam Ulu membutuhkan dukungan anggaran besar dan berkelanjutan.
Dirinya, belum lama ini mendampingi Wakil Gubernur Kaltim dalam rangkaian Safari Ramadan di Kutai Barat dan Mahakam Ulu, sekaligus melakukan pemantauan langsung kondisi jalan di lapangan.
“Tepatnya di Melak. Setelah itu lanjut ke Mahakam Ulu sekaligus monitoring jalan,” katanya.
Menurut Dia, meski sebagian ruas jalan telah dikerjakan, masih terdapat sejumlah segmen dengan kondisi yang membutuhkan peningkatan serius. Di tahun anggaran berjalan, Pemprov Kaltim juga telah mengalokasikan dana untuk mendukung percepatan pembangunan.
“Di tahun ini ada penganggaran juga dari provinsi, kurang lebih empat segmen, sekitar Rp90 miliar,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga telah mulai mengerjakan bagian jalan yang menjadi kewenangannya. “APBN juga sudah kerja di sana. Diperkirakan 2027 ini rampung untuk 135 kilometer itu,” ujar Ekti.
Status jalan Tering–Ujoh Bilang tergolong sebagai jalan non-status, sehingga pembiayaannya dapat melibatkan berbagai pihak.”Jadi APBN bisa masuk, provinsi bisa, kabupaten juga bisa. Makanya dikerjakan bersama,” jelasnya.
Meski demikian, Ekti mengakui bahwa efisiensi anggaran menjadi tantangan tersendiri dalam percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. “Dengan efisiensi anggaran, tentu kemampuan pembiayaan terbatas. Ini berpengaruh pada kecepatan penyelesaian jalan yang panjangnya cukup besar,” imbuhnya.
Lanjutnya, pembangunan jalan di Mahakam Ulu tidak berhenti pada ruas Tering-Ujoh Bilang saja. Masih terdapat kebutuhan peningkatan jalan lanjutan yang cukup panjang dan menantang. “Dari Ujoh Bilang ke Long Pahangai itu sekitar 100 kilometer dan kondisinya masih cukup berat. Ini tentu juga perlu dukungan APBN,”ujarnya.
Selain itu, masih ada lanjutan ruas dari Long Pahangai menuju Long Apari sepanjang sekitar 60 kilometer yang juga membutuhkan perhatian serius. “Kalau itu nanti selesai, dari Long Pahangai ke Long Apari masih ada sekitar 60 kilometer lagi. Jadi memang masih panjang sekali pekerjaan untuk Mahakam Ulu,” kata Ekti.
Meski pekerjaan masih panjang, Ia memastikan pemerintah daerah tetap memberikan perhatian serius terhadap pembangunan akses jalan di wilayah tersebut. “Gubernur dan Wakil Gubernur fokus membantu pembangunan jalan Tering ke Ujoh Bilang ini juga,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menegaskan bahwa pemerintah tetap menargetkan penyelesaian ruas jalan tersebut pada 2027. “Target kita 135 kilometer itu rampung di tahun 2027. Sekarang progresnya sudah lebih dari setengah,” ujar Seno.
Ia menjelaskan, hingga saat ini pembangunan telah mencapai sekitar 80 hingga 90 kilometer, sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan bertahap.”Yang sekarang kita sudah kerjakan itu kurang lebih sekira 80 sampai hampir 90 kilometer. Kurang sekira 40 kilometer lagi,” jelasnya.
Untuk mempercepat penyelesaian proyek, Pemprov Kaltim telah mengalokasikan anggaran tambahan pada tahun ini. “Untuk Kubar sampai Mahakam Ulu, tahun ini kita kucurkan sekira Rp90 miliar,” ucapnya.
Selain itu, pembangunan juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). “BBPJN juga ada dalam proses ini, kurang lebih sekira Rp250 miliar,” ujar Seno.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sekira 13 kilometer ruas jalan yang akan diselesaikan pada tahap akhir pada 2027.
Dengan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pusat, kata Seno, ruas Tering–Ujoh Bilang diharapkan dapat segera terhubung secara penuh dan menjadi tulang punggung konektivitas darat di Mahakam Ulu.
Penyelesaian jalan tersebut dinilai penting untuk membuka akses ekonomi, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan Kalimantan Timur. (MAYANG SARI/ARIE)












