Puncak Rejeki, kawasan perbukitan yang berada di Kampung Panaan, resmi dibuka untuk kunjungan umum sejak akhir Januari 2026.
Objek wisata ini terletak di bentang alam Karst Sangkulirang–Mangkalihat dan menawarkan panorama lanskap dari ketinggian 420 meter di atas permukaan laut. Dari puncak, pengunjung dapat menikmati hamparan perbukitan hijau yang berpadu dengan formasi karst khas kawasan tersebut.
Daya tarik utama Puncak Rejeki terletak pada kondisi alamnya yang masih terjaga. Kabut tipis yang kerap menyelimuti area puncak pada waktu tertentu menghadirkan suasana dramatis, menjadikannya destinasi yang diminati wisatawan minat khusus, termasuk pecinta fotografi alam.
Kepala Kampung Panaan, Aliansyah, mengatakan kehadiran Puncak Rejeki membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis masyarakat. Seluruh pengelolaan kawasan wisata tersebut melibatkan warga secara langsung.

“Konsepnya wisata berbasis kampung. Kami ingin masyarakat terlibat dan merasakan manfaat ekonomi dari potensi alam yang dimiliki,” ujar Aliansyah, Selasa (3/1/2026).
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, pengelola bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Panaan terus melengkapi fasilitas pendukung. Salah satunya dengan menyediakan tenda di kawasan wisata, sehingga wisatawan tidak perlu membawa perlengkapan sendiri.
Ketua Pokdarwis Kampung Panaan, Aril, menyampaikan bahwa pengelolaan Puncak Rejeki turut melibatkan pemandu lokal yang telah disiapkan sebelumnya. Saat ini, sebanyak 16 warga Kampung Panaan bertugas sebagai pemandu wisata.
“Tiket masuk ditetapkan sebesar Rp35 ribu per orang. Perjalanan menuju puncak ditempuh dengan berjalan kaki selama tiga jam dari Kampung Panaan,” kata Aril.
Dengan keindahan alam yang masih alami serta pengelolaan berbasis warga, Puncak Rejeki diharapkan menjadi alternatif destinasi wisata baru di Kabupaten Berau, khususnya bagi wisatawan yang menyukai jelajah alam terbuka. (MAULIDIA AZWINI)












