RENCANA penerapan sistem parkir elektronik di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), Tanjung Redeb terus bergulir. Setelah sempat molor dari target, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau kini mengebut tahap persiapan, termasuk sosialisasi ke pedagang pasar.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita mengatakan, pihaknya sudah lebih dulu melakukan sosialisasi, meski nota kesepahaman masih menunggu pengesahan dari Bagian Hukum Sekretariat Kabupaten Berau.
“Kami sebenarnya sudah mulai sosialisasi ke para pedagang beberapa waktu lalu. Sosialisasi ini kami lakukan supaya pedagang punya waktu beradaptasi dengan perubahan sistem pembayaran retribusi parkir,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Eva menjelaskan, sistem parkir elektronik bukan hal baru sepenuhnya. Hanya cara pembayarannya yang kini beralih ke digital. Pedagang maupun pengunjung nantinya akan menggunakan kartu elektronik berlangganan sebagai alat pembayaran retribusi parkir.
“Dulu juga orang sudah bayar parkir, cuma caranya saja yang berbeda. Kalau dulu manual, sekarang bisa pakai kartu,” jelasnya.
Meski sebagian pedagang masih menunjukkan keberatan, Eva menilai hal itu wajar di tengah perubahan menuju sistem digital. Pihaknya terus memberikan pemahaman agar masyarakat terbiasa dengan sistem baru tersebut.
Ia memastikan, penerapan parkir elektronik tidak akan mengubah besaran tarif yang berlaku. Seluruh ketentuan tarif tetap mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Berau Nomor 7 Tahun 2023 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.
“Tarif tetap sama sesuai dengan yang ada Perda, tidak ada perubahan harga,” tegasnya.
Eva juga mengakui, sistem parkir elektronik seharusnya sudah berjalan sejak Oktober lalu. Namun, pelaksanaannya harus tertunda lantaran sejumlah proses administrasi belum tuntas.
“Salah satu kendalanya itu serah terima aset dari DPUPR ke kami, itu belum dilakukan. Padahal penting sekali, karena tanpa itu kami belum bisa kelola penuh fasilitas parkir di Pasar SAD,” jelasnya.
Meski demikian, Diskoperindag memastikan seluruh persiapan tetap berjalan. Pihaknya optimistis, setelah urusan administrasi rampung, sistem parkir elektronik bisa segera dioperasikan tanpa kendala.
“Kami ingin pasar tradisional juga bisa mengikuti perkembangan zaman. Tidak hanya lebih tertib, tapi juga lebih transparan dan efisien,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI)












