Seperti disampaikan Kepala Bappeda Litbang Kaltara, Bertius, keterbatasan anggaran berpengaruh terhadap target pembangunan daerah.
Dengan kondisi fiskal saat ini, kata Bertius, capaian target pembangunan pada 2026 ini berpotensi mengalami penyesuaian, dibandingkan dengan rencana awal.
“Bisa saja target 2026 tidak setinggi yang direncanakan sebelumnya. Namun, itu tidak menjadi persoalan selama target lima tahunan RPJMD tetap bisa dicapai,” kata Bertius, Rabu (28/1/2026).
Meski demikian, lanjutnya, Pemprov Kaltara terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi, sekaligus membuka peluang dukungan pembiayaan bagi program prioritas daerah.
Ia menyebut, sejumlah program strategis yang sejalan dengan prioritas nasional tetap dilanjutkan. Di antaranya ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur dasar.
“Kalau diukur secara kasar, progresnya saat ini berada di kisaran 10 hingga 15 persen. Ini wajar, karena kita masih berada di tahun kedua pelaksanaan RPJMD,” kata Bertius.
Ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran menjadi tantangan, sekaligus momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat perencanaan dan sinergi lintas sektor, agar pembangunan tetap berjalan berkelanjutan, meski dalam keterbatasan fiskal. (Muhammad Efendi)












