Kasus HIV/AIDS di Tarakan Tertinggi

Kepala Dinkes Kaltara, Usman

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Utara (Kaltara), Usman, menyebut kasus HIV/AIDS di Kaltara semakin bertambah.

“Saat ini Kota Tarakan masih menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi, yakni sebanyak 823 kasus HIV/AIDS,” kata Usman, belum lama ini.

“Salah satu faktornya itu karena tingginya mobilitas penduduk dan aktivitas ekonomi, sehingga memengaruhi angka kasus di Tarakan,” tambahnya.

Sementara, di Kabupaten Tana Tidung terdapat sebanyak 27 kasus HIV/AIDS. Sedangkan Kabupaten Bulungan tercatat 358 kasus, Kabupaten Nunukan tercatat 266 kasus, dan Kabupaten Malinau sebanyak 270 kasus.

Dikatakan Usman, penyebaran kasus HIV/AIDS di Kaltara tidak terlepas dari faktor perilaku berisiko, kurangnya kesadaran pemeriksaan dini, serta masih adanya stigma terhadap penderita.

“Stigma membuat sebagian masyarakat enggan melakukan tes HIV, sehingga kasus baru sering ditemukan dalam kondisi sudah lanjut,” ujarnya.

Menurut Usman, upaya pencegahan perlu terus diperkuat, mulai dari edukasi hingga perluasan layanan tes HIV dan pengobatan ARV yang dapat diakses secara gratis.

“Pengendalian HIV/AIDS memerlukan keterlibatan semua pihak. Kami juga sudah menggandeng berbagai pihak, termasuk Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), untuk menjangkau kelompok rentan,” ungkapnya.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan dan menghapus stigma. Dengan deteksi dini dan pengobatan teratur, HIV dapat dikendalikan dan kualitas hidup penderita tetap terjaga,” pungkasnya. (Muhammad Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *