Jembatan Bujangga Alami Keretakan

kondisi jembatan bujangga yang saat ini sudah tidak menggunakan portal pembatas. (AZWINI/ DISWAY KALTIM)

KONDISI Jembatan Bujangga di Kelurahan Sei Bedungun, Kabupaten Berau menjadi perhatian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau. Retakan terpantau mulai muncul pada bagian pondasi jembatan, sehingga diperlukan penanganan agar kerusakan tidak semakin meluas.

Diketahui, jembatan tersebut memiliki keterbatasan daya dukung. Dalam perkembangannya, beban kendaraan yang melintas diduga turut memengaruhi kondisi jembatan, terutama setelah portal pembatas kendaraan tidak lagi berfungsi.

Sebelumnya, portal pembatas itu sempat diberlakukan untuk mengalihkan kendaraan besar agar tidak melintasi jembatan. Namun dalam pelaksanaannya, pembatas tersebut kerap rusak akibat ditabrak kendaraan bertonase besar, khususnya dari luar daerah yang belum mengetahui adanya pembatasan kapasitas. Akibatnya, portal tidak lagi difungsikan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi mengatakan, kondisi Jembatan Bujangga saat ini turut menjadi perhatian pihaknya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa jembatan tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah pusat karena masuk dalam jaringan jalan nasional.

“Jembatan Bujangga merupakan bagian dari ruas jalan nasional, sehingga penanganannya menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional atau BPJN,” ujar Junaidi, Kamis (8/1/2025).

Menurut Junaidi, pihak BPJN telah merencanakan langkah awal berupa penurunan tim perencana untuk melakukan kajian teknis terhadap kondisi jembatan. Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan metode penanganan serta kebutuhan anggaran perbaikan.

“Informasinya, BPJN akan menurunkan tim perencana untuk melakukan kajian. Setelah kajian selesai, barulah bisa dilakukan penganggaran. Namun, waktu penurunan tim tersebut masih belum dapat dipastikan,” jelasnya.

Junaidi berharap proses kajian teknis dapat segera direalisasikan, mengingat usulan penanganan Jembatan Bujangga telah disampaikan. Jika tidak segera ditindaklanjuti, Junaidi menyampaikan kerusakan dikhawatirkan akan semakin parah dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Kami berharap BPJN bisa segera menurunkan timnya, karena ini menyangkut keselamatan pengguna jalan,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *