Jalur Berau – Kutim yang Rawan Rusak dan Berlubang kini Mulai di Perbaiki

RUAS jalan Berau–Kutai Timur di Kecamatan Kelay yang selama ini dikenal rawan rusak dan berlubang, kini mulai dilakukan perbaikan oleh pemerintah pusat. Pengerjaannya dilakukan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Kalimantan Timur di bawah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 Satker PJN II Kaltim, Syafrizal Haris mengatakan, ruas jalan tersebut memang sudah lama dinantikan perbaikannya oleh masyarakat lantaran aktivitasnya yang padat.

“Jalan ini merupakan jalur logistik penting yang menghubungkan Kabupaten Kutai Timur menuju Kabupaten Berau, dan berlanjut ke Provinsi Kalimantan Utara. Intensitas kendaraan di sana cukup tinggi,” kata Syafrizal, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan, BBPJN Kaltim telah mengalokasikan anggaran melalui skema kontrak tahun jamak dari 2025-2027. Paket pekerjaannya berupa Preservasi Jalan dan Jembatan di Ruas SP3 Muara Wahau menuju Batas Kutim-Berau hingga Kelay.

“Nilai kontraknya mencapai sekitar Rp203 miliar dengan tanggal kontrak 17 Desember 2025,” ungkapnya.

Total panjang penanganan jalan tersebut mencapai 113,27 kilometer dengan panjang efektif pengaspalan sekitar 17,2 kilometer. Sumber pendanaan berasal dari APBN melalui skema SBSN tahun anggaran 2025, 2026, dan 2027.

Panjang jalan dari batas Kutim-Berau menuju Kelay sepanjang 56 km itu sering dilalui oleh kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) maupun truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO) yang melintas setiap hari. Tak hanya itu, curah hujan tinggi juga memperparah kondisi badan jalan yang menyebabkan lubang hingga genangan air di sejumlah titik.

“Kondisi ini yang mempercepat kerusakan jalan,” imbuhnya.

Saat ini, pekerjaan diawali dengan pengembalian kondisi jalan dan grading operation guna meningkatkan kenyamanan pengguna jalan. Selanjutnya, pekerjaan dilakukan secara bertahap, dimulai dari lapis fondasi agregat sebelum masuk tahap pengaspalan.

“Selain peningkatan struktur jalan, paket ini juga mencakup pekerjaan preservasi rutin, seperti pengendalian tanaman liar dan pembersihan saluran drainase,” pungkasnya. (RIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *