Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menyiapkan skema penyaluran jagung dengan harga lebih terjangkau melalui Bulog, guna menekan tingginya biaya pakan yang dikeluhkan peternak.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara, Surianto Semuel, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk membantu peternak mendapatkan bahan baku pakan dengan harga lebih murah.
“Melalui skema ini, peternak dapat memperoleh jagung dengan harga lebih terjangkau melalui Bulog,” ujar Surianto, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa penyaluran jagung akan dilakukan melalui asosiasi peternak, agar distribusi dapat tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan.
Dalam mekanisme tersebut, asosiasi peternak terlebih dahulu menghimpun data kebutuhan jagung dari anggotanya, kemudian disampaikan ke dinas di kabupaten/kota untuk diteruskan ke tingkat provinsi.
“Data itu nantinya akan kami sampaikan ke Badan Pangan Nasional untuk ditindaklanjuti ke Bulog pusat,” ungkapnya.
Setelah penetapan kebutuhan, Bulog wilayah Kaltara akan menyalurkan jagung sesuai dengan data yang telah diusulkan oleh pemerintah daerah.
Surianto menyampaikan, harga jagung ditetapkan sebesar Rp 6.400 per kilogram di gudang Bulog, atau Rp 5.500 per kilogram jika diambil langsung di tingkat petani maupun melalui asosiasi.
Menurutnya, skema tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi pakan sehingga membantu peternak menjaga keberlangsungan usaha di tengah tingginya harga bahan baku. (Muhammad Efendi)












