Inovasi Kafe Literasi, Dispusip Berau Cari Formula Baru Dongkrak Kunjungan Perpustakaan

Cafe literasi di samping Gedung Perpustakaan Daerah (Azwini/Disway Kaltim)

SEBUAH kafe dengan konsep literasi kini hadir di samping gedung perpustakaan daerah, sebagai upaya menghadirkan suasana yang lebih santai namun tetap mengedukasi. Kafe tersebut merupakan inovasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau untuk meningkatkan minat kunjungan masyarakat.

Kunjungan perpustakaan sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 12.839 pengunjung. Dispusip menilai perlu adanya inovasi agar angka tersebut terus meningkat, sekaligus menyesuaikan diri dengan pola aktivitas masyarakat saat ini.

Kepala Dispusip Berau, Yudha Budisantosa mengatakan, kehadiran kafe tersebut masih dalam tahap uji coba. Pihaknya saat ini ingin melihat sejauh mana konsep tersebut mampu menarik minat masyarakat untuk datang sekaligus berinteraksi dengan buku bacaan.

“Nanti akan kami evaluasi, apa yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kunjungan,” ujar Yudha, Rabu (1/4/2026).

Dispusip Berau saat ini juga tengah mengkaji kemungkinan pengembangan layanan, termasuk membuka perpustakaan di hari libur dan hingga malam hari. Opsi tersebut dinilai relevan, mengingat aktivitas masyarakat di sekitar kawasan perpustakaan cenderung meningkat pada malam hari.

“Kami melihat peluang itu, misalnya buka di hari Minggu dan sampai malam hari. Di daerah lain seperti Samarinda, konsep ini sudah diterapkan. Tapi kami masih melihat situasi dan akan dikonsultasikan dengan pihak terkait,” jelasnya.

Ia menambahkan, rencana tersebut juga mempertimbangkan kesiapan sumber daya manusia (SDM), termasuk skema kerja bergilir serta pemberian insentif bagi petugas yang bekerja di luar jam operasional.

“Kami bisa atur sistem shift, ada pergantian petugas, nanti juga akan ada semacam insentif atau uang lembur di luar jam kerja rutin,” katanya.

Di sisi lain, Dispusip membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghidupkan kawasan perpustakaan sebagai ruang publik yang lebih dinamis. Termasuk kemungkinan keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam berbagai kegiatan.

“Kami terbuka jika ada pihak yang ingin menggelar kegiatan atau event dan bekerja sama dengan perpustakaan,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *