Guna mempercepat penyelenggaraan inovasi di Kabupaten Berau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendukung terbangunnya Bank Inovasi dan Layanan berupa coaching inovasi.
Sebagai informasi, capaian penilaian Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Berau tahun 2023 masuk dalam kategori inovatif skor rendah, yaitu 39,75, dimana kategori inovatif mempunyai skor Indeks Inovasi Daerah (IID) 35,00-60,00.
Wakil Bupati Berau, Gamalis mengatakan, Pemkab Berau telah meluncurkan program berupa ‘Cerianya Berau’ sebagai salah satu strategi untuk melakukan percepatan inovasi melalui komitmen bersama stakeholder dalam mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Berau.
“Saya harap, seluruh perangkat terkait mendukung program ini demi terciptanya inovasi yang bermanfaat untuk peningkatan pelayanan publik, kemajuan, dan kesejahteraan,” ujarnya, Kamis (12/9/2024).
Kemudian, Pemkab Berau juga melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Pusat Berjenjang Inovasi Daerah (PUJA INDAH), sebagai aksi tindak lanjut dari penandatanganan pernyataan komitmen antara antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan pemerintah daerah sejak tahun 2018.
“Ini juga bentuk implementasi dari peraturan presiden tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang wajib diterapkan oleh pemerintah daerah,” ucapnya.
Selain itu, pelaksanaan Bimtek tersebut juga merupakan salah satu cara pemerintah daerah untuk bersama-sama mengakselerasi transformasi digital dalam pelayanan publik, serta menjadi salah satu komitmen pemerintah dalam meningkatkan tata pemerintahan yang bersih.
“Saya harap sumber daya manusia selaku pelaksana inovasi ini dipastikan benar-benar siap dan memahami teknis aplikasi, sehingga pemanfaatannya dapat maksimal,” jelasnya.
Adapun rangking Berau dalam IID tingkat provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) masih menduduki peringkat ke 7 untuk kategori kabupaten, sehingga belum memenuhi kriteria keterisian indikator satuan inovasi dalam IID.
“Padahal di Berau sudah cukup banyak jenis inovasi untuk semua urusan penyelenggaraan pemerintahan, yang tentu dapat menjadi benchmarking untuk diterapkan di Berau,” bebernya.
Lebih lanjut, Gamalis mendorong kepada seluruh pihak untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mempertahankan dan meningkatkan penghargaan-penghargaan yang telah dicapai.
“Kita tentunya tidak ingin mendapatkan catatan buram dari Ombudsman,” pungkasnya. (SAHRUDDIN)












