ALAT terapi oksigen hiperbarik yang ada di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Tanjung Batu sudah 9 tahun tidak beroperasi. Hal itu disebabkan tidak adanya tenaga ahli yang dapat mengoperasikan alat tersebut.
Menanggapi itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menyampaikan, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan, baik itu sarana dan prasarana hingga tenaga kesehatan menjadi syarat mutlak untuk dipenuhi.
“Termasuk, alat terapi oksigen hiperbarik yang ada di Tanjung Batu. Memang alat itu belum bisa dimanfaatkan karena beberapa hal,” ujarnya, Minggu (26/5/2024).
Menurutnya, alat hiperbarik ini juga dianggap penting karena memiliki hubungan erat dengan objek wisata bahari di Kabupaten Berau, terutama kegiatan menyelam yang dapat menyebabkan dekompresi.
“Saya sangat menyayangkan alat canggih yang dibeli menggunakan anggaran sebesar itu ditinggalkan begitu saja tanpa ada yang bisa mengelola dengan baik,” bebernya.
Untuk itu, dirinya meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau untuk segera menindaklanjuti apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di sektor kesehatan. Termasuk menyediakan tenaga ahli untuk mengoperasikan alat hiperbarik di Puskemas Tanjung Batu.
“Insyaallah tahun ini Dinkes Berau bisa segera memfasilitasinya. Sangat disayangkan jika terbengkalai bertahun-tahun,” ungkapnya.
Terpisah, Camat Pulau Derawan, Samsudin mengungkapkan, alat hiperbarik tersebut tidak berfungsi sejak 2015 lalu. Yang mana, jika difungsikan akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Berau.
“Padahal saat pertama kali dibeli pada 2015 lalu harganya sangat mahal, sangat disayangkan alat tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya. (SAHRUDDIN)












