PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pengerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, membangun intake air bersih di Kampung Mapulu, Kecamatan Kelay dan ditargetkan rampung pada akhir Juni 2024.
Kepala Bidang (Kabid) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman (AMPLP) DPUPR Berau, Decty Toge Manduli mengatakan, pembangunan intake air bersih yang memiliki kapasitas 2,5 liter per detik itu ditargetkan sudah dapat digunakan pada akhir bulan ini.
“Jadi harus mengalir di akhir bulan Juni ini. Kami pastikan tuntas pekerjaannya bulan ini,” ujarnya, Minggu (9/6/2024).
Dengan kapasitas air 2,5 liter per detik tersebut, ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan air bagi 140 rumah. Yang mana, di Kampung Mapulu hanya terdapat 34 rumah. Sehingga, intake air bersih tersebut masih mampu untuk mengaliri rumah warga dalam beberapa tahun kedepan.
“Itu sudah termasuk sambungan pipa yang mengalirkan air hingga ke rumah-rumah warga,” ungkapnya.
Dikatakannya, pemenuhan air bersih tersebut untuk mendukung kenaikan status Kampung Mapulu dari tertinggal menjadi Kampung Berkembang.
“Karena syarat menjadi kampung berkembang harus ada air bersih,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan, pembangunan intake tersebut ditargetkan rampung tahun ini untuk meningkatkan status Indeks Desa Membangun (IDM) Kampung Mapulu dari tertinggal menjadi berkembang. Adapun penilaiannya akan dilakukan Juli 2024 mendatang, sehingga kebutuhan air bersih harus segera terealisasi.
“Salah satu penilaian IDM ini adalah ketersediaan air bersih di kampung, makanya kami membantu mereka dengan membuatkan intake,” ujarnya.
Bupati mengaku, Pemkab Berau akan terus berupaya meningkatkan status IDM, agar tidak ada lagi kampung yang tertinggal di Kabupaten Berau.
“Air bersih merupakan hak masyarakat untuk dipenuhi. Dengan tersedianya air bersih, diharapkan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat,” pungkasnya. (SAHRUDDIN)












