Masalah kerusakan filter Bahan Bakar Minyak (BBM) kendaraan, masih terus terjadi. Bahkan di Kutai Barat (Kubar), salah satu bengkel bisa mencapai 100 motor diperbaiki, karena masalah yang sama dalam sebulan.
Tentu kejadian tersebut menimbulkan tanda tanya, karena persoalan serupa tidak hanya terjadi di Samarinda, Balikpapan dan Kutai Kartanegara (Kukar). Daerah lainnya seperti Kubar dan Berau juga ditemukan.
Misalnya Bengkel Zhanny Motor di kawasan Barong Tongkok, Kutai Barat, mencatat lonjakan signifikan jumlah kendaraan, yang mengalami kerusakan sepanjang April. Lebih dari 100 motor mengalami masalah pada filter bensin, yang diduga kuat akibat kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang tidak bersih.
“Sejak awal bulan, kami menerima 3 hingga 5 motor per hari dengan keluhan yang sama. Setelah dicek, semuanya mengalami penyumbatan pada filter bensin,” ujar Iwan, Kepala Mekanik Zhanny Motor, saat ditemui pada Senin (21/4/2025).
Lanjutnya, kasus semacam ini sangat tidak biasa. Biasanya, masalah filter bensin hanya muncul satu atau dua kasus dalam sebulan. Namun, kali ini jumlahnya melonjak drastis, melebihi 100 unit hanya dalam waktu tiga pekan.
Menurut Iwan, gejala yang dialami pengguna motor seragam: mesin brebet, sulit dinyalakan, hingga mati mendadak. Setelah diperiksa, filter bensin ditemukan dalam kondisi sangat kotor, dipenuhi endapan mirip lumpur halus.
“Banyak pengguna motor mengira busi atau karburator yang bermasalah, tapi setelah dibongkar, filternya penuh kotoran. Ini indikasi kuat bahwa BBM tercampur kotoran atau bahkan air,” jelasnya.
Akibat kerusakan ini, para pengguna motor harus mengeluarkan biaya tambahan. Pembersihan filter dikenai biaya mulai dari Rp50 ribu hingga Rp150 ribu. Jika perlu penggantian filter baru, biayanya bisa mencapai Rp300 ribu.
“Kebanyakan pelanggan kami adalah pekerja harian. Ini tentu jadi beban tambahan, belum lagi waktu terbuang karena motor tak bisa dipakai,” katanya.
Permintaan tinggi juga membuat stok filter di Zhanny Motor menipis. Mereka harus memesan ulang dari distributor di Samarinda, dengan waktu tunggu beberapa hari. Bengkel lain pun dikabarkan mengalami kondisi serupa.
Melihat situasi ini, Iwan mendesak instansi terkait segera turun tangan. Yakni, ada pengecekan kualitas dan distribusi BBM di wilayah Barong Tongkok dan sekitarnya.
“Kalau benar BBM yang bermasalah, ini harus cepat ditangani. Jangan tunggu sampai makin banyak motor rusak atau pengendara celaka karena mesin mati mendadak di jalan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau, masyarakat agar lebih waspada dalam memilih tempat pengisian BBM dan rutin memeriksa kondisi kendaraan.
“Kalau motor mulai brebet setelah isi bensin, jangan tunggu. Segera bawa ke bengkel. Kadang cukup dengan membersihkan filter, kerusakan besar bisa dicegah,” pungkasnya.
BERAU
Bengkel mobil di kawasan Mangkajang, Kecamatan Sambaliung, dalam sebulan menangani puluhan mobil dengan persoalan yang sama. Yakni terkait filter BBM, karena kotor yang diduga akibat kualitas BBM.
“Dulu-dulu jarang, bisa cuman 2 atau 3 mobil. Sekarang itu dalam sebulan bisa lebih 10 mobil dengan masalah filter,” ungkap Gandi, owner yang juga mekanik bengkel.
Menurutnya, kualitas BBM berpengaruh, karena kotor terdapat endapan. Biaya perbaikan filter atau mengganti filternya bisa mencapai Rp 700 hingga Rp 1 juta. Belum lagi jika stok kosong, pemilik kendaraan harus menunggu spare part dipesan.
“Perlu ada pengecekan memang,” ujarnya.
Agunk, warga Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb, belum lama ini dari Samarinda, usai mengisi BBM di kota tersebut dalam perjalanan balik ke Berau, mengalami brebet pada mobilnya. Pada akhirnya harus mengganti filter, karena terdapat endapan seperti lumpur.
“Ya seperti lumpur gitu atau cat yang kental-kental. Saya ganti filter Rp 500 ribu, belum ongkos perbaikannya,” ujarnya kemarin.(eventinus/arie)












