Fokus Wilayah yang Sulit Dijangkau

Kepala Dinkes Kaltara, Usman

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara, Usman, memastikan Program Layanan Kesehatan Dokter Terbang atau Pro LenteraKU tetap dilaksanakan pada 2026 ini, meskipun anggaran mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Di 2026 (anggaran, Red) sekitar Rp500 juta, atau turun hampir 50 persen dari tahun 2025 yang mencapai Rp1,5 miliar. Tapi ada arahan agar layanan dokter terbang ini betul-betul diefektifkan,” ujar Usman, Senin (12/1/2026).

Karena itu, pihaknya harus melakukan pemetaan ulang wilayah sasaran, agar layanan kesehatan tersebut tetap terlaksana, terutama ke daerah yang paling membutuhkan.

“Wilayah yang aksesnya sudah relatif mudah ke rumah sakit akan dialihkan. Fokus kami ke daerah yang akses layanan kesehatannya masih rendah,” bebernya.

Ia menegaskan bahwa penentuan lokasi layanan dokter terbang tidak lagi semata-mata berdasarkan jumlah kunjungan, tetapi lebih menitikberatkan pada kualitas dan tingkat kebutuhan masyarakat.

“Kita tidak hanya melihat dari segi jumlah, tapi bagaimana kualitas pelayanannya dan seberapa besar kebutuhan masyarakat yang belum tersentuh layanan kesehatan,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah wilayah terpencil dan sulit dijangkau seperti kawasan pedalaman dan perbatasan masih menjadi perhatian utama dalam pemetaan layanan dokter terbang.

“Kami masih menyusun pemetaan wilayahnya. Nanti akan ditentukan berapa kali kunjungan, dan wilayah mana saja yang paling membutuhkan, menyesuaikan dengan anggaran yang ada,” ungkapnya.

Ia memastikan anggaran yang dialokasikan melalui APBD tersebut mencakup seluruh kebutuhan operasional, termasuk pelayanan medis dan penyediaan obat-obatan bagi masyarakat di wilayah sasaran.

“Mudah-mudahan program (dokter terbang) ini tetap bisa berjalan, meski dengan anggaran terbatas,” ujarnya. (Muhammad Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *