KAWASAN ekowisata Mangrove Tanjung Batu di Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, direncanakan kembali menerima kunjungan wisatawan pada momen libur Lebaran 2026. Setelah sempat ditutup karena kerusakan infrastruktur, kawasan ini kini telah direvitalisasi dan dipersiapkan menjadi salah satu alternatif destinasi singgah bagi wisatawan yang menuju Pulau Derawan maupun Pulau Maratua.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Samsiah Nawir, mengatakan proses pembenahan kawasan mangrove dilakukan secara bertahap sejak 2024 hingga 2025 dengan total anggaran sekitar Rp1,7 miliar.
“Tahun ini kawasan mangrove sudah bisa kembali dikunjungi masyarakat,” katanya, Senin (9/3/2026).
Sebelumnya, kawasan wisata tersebut harus ditutup karena sejumlah fasilitas mengalami kerusakan cukup serius. Beberapa bagian selasar kayu diketahui telah lapuk, material tidak lagi layak digunakan, serta minimnya pemeliharaan yang mempercepat kerusakan sarana.
Menurut Syamsiah, kondisi tersebut membuat pengelola harus melakukan perbaikan menyeluruh agar kawasan wisata tetap aman dan nyaman bagi pengunjung. Dalam revitalisasi tersebut, material kayu yang digunakan diganti dengan kualitas yang lebih baik agar memiliki daya tahan lebih lama serta mengurangi kebutuhan perawatan ke depan.
Sementara itu, selasar wisata juga diperpanjang hingga mendekati bibir laut. Dari jalur tersebut, pengunjung kini dapat menikmati panorama laut dengan latar sejumlah pulau di sekitarnya, seperti Pulau Panjang, Pulau Rabu-Rabu, hingga Pulau Derawan.
Selain pembenahan jalur wisata, pemerintah daerah juga menyiapkan ruang khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Area tersebut berada di sepanjang selasar sehingga pengunjung dapat menikmati kuliner maupun produk kerajinan khas daerah tanpa harus menumpuk di area dermaga.
“Perbedaan yang paling terlihat sekarang itu karena adanya selasar yang sekarang bisa dimanfaatkan untuk UMKM,” ujar Syamsiah.
Tidak hanya sebagai objek wisata alam, kawasan Mangrove Tanjung Batu juga diarahkan menjadi lokasi wisata edukasi. Pengunjung nantinya dapat memperoleh informasi mengenai fungsi ekologis mangrove, pengelolaan kawasan pesisir, hingga pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. (MAULIDIA AZWINI)












